Joe Biden Tarik Pasukan AS dari Afganistan Sebelum 11 September

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 00:10 WIB
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menarik semua tentara AS dari Afganistan. Penarikan itu akan dilakukan sebelum peringatan 20 tahun tragedi serangan 11 September atau 9/11.

Dilansir AFP, Selasa (13/4/2021), penarikan itu mengakhiri perang terpanjang AS. Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, penarikan itu lima bulan lebih lambat dari yang direncanakan.

"Biden telah mencapai kesimpulan bahwa Amerika Serikat akan menyelesaikan penarikannya - akan memindahkan pasukannya dari Afghanistan - sebelum 11 September," kata pejabat itu.

Biden disebut akan mengumumkan penarikan itu besok Rabu (14/4/2021) waktu setempat. Semua pasukan AS - selain personel terbatas untuk menjaga instalasi diplomatik - akan meninggalkan Afganistan.

Pejabat itu mengatakan, Biden tidak akan mengaitkan penarikan itu dengan kondisi di lapangan, di mana ada kekhawatiran yang meningkat bahwa Taliban dapat memperoleh keuntungan besar melawan pemerintahan Afganistan.

"Presiden telah menilai bahwa pendekatan berbasis kondisi, yang telah menjadi pendekatan dalam dua dekade terakhir, adalah resep untuk tinggal di Afganistan selamanya," kata pejabat itu, menyerukan pengalihan prioritas AS.

Bagi warga Afghanistan, pertempuran kemungkinan akan terus berlanjut. Pejabat itu berbicara tak lama setelah intelijen AS merilis laporan penilaian ancaman yang memperingatkan bahwa pemerintah Afganistan yang diperangi 'akan berjuang' untuk menahan Taliban yang 'percaya diri' jika koalisi pimpinan AS mundur.

Mantan presiden Donald Trump sebelumnya juga merencanakan penarikan pasukan dan mencapai kesepakatan dengan Taliban pada Februari 2020, di mana semua pasukan AS akan pergi pada Mei 2021 sebagai imbalan atas janji pemberontak untuk tidak mendukung Al-Qaeda dan ekstremis lainnya - alasan asli untuk invasi tahun 2001.

Lebih lanjut, pejabat official Biden mengatakan bahwa penarikan akan dimulai pada Mei dan terjadinya penundaan sebagian besar bersifat logistik, dengan pasukan mungkin keluar dari Afghanistan jauh sebelum 11 September.

Dia melanjutkan, pihaknya juga telah memperingatkan Taliban tentang 'balasan yang kuat' jika mereka menyerang pasukan AS di jalan keluar.

"Kami telah mengkomunikasikan kepada Taliban dengan tegas bahwa mereka melakukan serangan terhadap AS atau pasukan sekutu saat kami melakukan penarikan ini," katanya.

"Bahwa kami akan membalas dengan keras," imbuhnya.

Laporan penilaian ancaman yang diterbitkan Selasa oleh direktur intelijen nasional mengatakan Taliban 'yakin dapat mencapai kemenangan militer'.

"Pasukan Afghanistan terus mengamankan kota-kota besar dan benteng pemerintah lainnya, tetapi mereka tetap terikat dalam misi pertahanan dan telah berjuang untuk mempertahankan wilayah yang direbut kembali atau membangun kembali kehadiran di daerah-daerah yang ditinggalkan pada tahun 2020," katanya.

(mae/dwia)