Kelelahan Tangani Pandemi Corona, Menkes Austria Mundur

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 17:50 WIB
Austrias Health Minister Rudolf Anschober takes off his face mask as he arrives to address a press conference on April 13, 2021 in Vienna, amid the novel coronavirus / COVID-19 pandemic. - Anschober announced that he would resign, saying managing the coronavirus crisis had overworked him. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)
Menteri Kesehatan Austria, Rudolf Anschober (Foto: AFP/JOE KLAMAR)
Wina -

Rudolf Anschober, Menteri Kesehatan (Menkes) Austria, mengumumkan dirinya akan mengundurkan diri karena merasa kelelahan dan terlalu banyak bekerja dalam menangani krisis yang dipicu pandemi virus corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Selasa (13/4/2021), Anschober menjadi Menkes Austria pada awal tahun lalu, ketika partai Green, membentuk koalisi dengan kelompok konservatif Kanselir Sebastian Kurz, tepat sebelum virus Corona mulai menyebar dengan cepat di Eropa.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan saya," kata pria berusia 60 tahun itu kepada wartawan.

"Saya terlalu banyak bekerja dan kelelahan," katanya, menambahkan bahwa 15 bulan bekerja terasa seperti 15 tahun.

Sementara itu, Anschober memperingatkan bahwa pandemi belum berakhir dan tidak boleh "diremehkan".

Sejak minggu lalu, dirinya tidak masuk kerja dan sempat mengambil cuti selama satu minggu awal bulan lalu ketika dia masuk rumah sakit.

Popularitas Anschober meningkat pesat selama krisis COVID-19, bahkan melampaui popularitas atasannya pertengahan tahun lalu karena Austria berhasil menjaga pandemi relatif aman selama gelombang pertama.

Dalam sebuah wawancara tahun lalu, Anschober mengatakan caranya membantu mengarahkan negara melalui pandemi telah "cukup menantang", termasuk membatasi kebebasan yang biasanya dipertahankan oleh Partai Hijau, seperti kebebasan bergerak dan berkumpul.

Pada 2012 lalu, politisi senior itu juga sempat mengambil cuti tiga bulan dari dunia politik karena kelelahan.

Negara anggota Uni Eropa ini mencatat lebih dari 581.000 kasus dengan lebih dari 9.700 kematian. Sejak awal April lalu, ibukota Wina dan dua provinsi lainnya mengalami lockdown karena unit perawatan intensif telah terisi dengan cepat.

Simak juga 'Austria Dukung Israel Cegah Iran Kembangkan Senjata Nuklir':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/nvc)