5 Pastor dan 2 Biarawati Diculik di Haiti, Pelaku Minta Tebusan Rp 14 M

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 18:58 WIB
Ratusan pastor di AS melecehkan ribuan anak
Ilustrasi (dok. BBC World)
Port-au-Prince -

Sedikitnya tujuh rohaniwan Katolik, termasuk dua warga negara Prancis, diculik di Haiti pada Minggu (11/4) waktu setempat. Mereka dilaporkan diculik oleh geng kriminal setempat meminta uang tebusan US$ 1 juta (Rp 14,5 miliar).

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/4/2021), penculikan itu diungkap oleh seorang pastor setempat, Gilbert Peltrop, yang merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari Konferensi Keagamaan Haiti (CHR).

Peltrop menyebut ada lima pastor dan dua biarawati yang diculik. Salah satu pastor dan salah satu biarawati, sebutnya, berkewarganegaraan Prancis.

"Bangsa ini harus bangkit melawan preman-preman ini," ucap Peltrop kepada Reuters.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Prancis mengonfirmasi penculikan dua warganya di Haiti, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut dengan alasan keamanan.

"Pusat krisis dan dukungan Kementerian Eropa dan Urusan Luar Negeri dikerahkan sepenuhnya, demikian juga dengan kedutaan kami di Haiti, dalam komunikasi erat dengan otoritas setempat," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis.

Laporan kantor berita Haiti, Juno7, menyebut penculikan tujuh rohaniwan itu dilakukan oleh geng kriminal 400 Mawozo.

"Para penculik menuntut uang tebusan US$ 1 juta," sebut laporan Juno7.

Penculikan ini terjadi kurang dari dua pekan setelah kelompok bersenjata menculik seorang pastor Haiti dan tiga orang lainnya saat menggelar seremoni yang disiarkan via live streaming Facebook.

Haiti sendiri mencatat peningkatan kasus kekerasan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya serentetan kasus penculikan demi uang tebusan, yang melumpuhkan perekonomian dan masyarakat Haiti.

(nvc/idh)