Fasilitas Nuklirnya Disabotase, Iran Bersumpah Akan Balas Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 14:58 WIB
Teheran -

Pemerintah Iran bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap Israel terkait insiden di fasilitas nuklir Natanz yang diyakini didalangi oleh negara yang menjadi rivalnya tersebut. Iran menyebut insiden di Natanz sebagai 'terorisme nuklir'.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/4/2021), sabotase itu memicu matinya pasokan listrik di kompleks fasilitas nuklir Natanz, Teheran bagian selatan, pada Minggu (11/4) waktu setempat. Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyatakan Iran memiliki hak untuk membalas aksi sabotase tersebut.

"Zionis ingin membalas dendam karena kemajuan kami dalam upaya mencabut sanksi-sanksi ... mereka secara terang-terangan menyatakan mereka tidak akan mengizinkan ini terjadi. Tapi kita akan membalas dendam kepada Zionis," tegas Zarif dalam pernyataannya, merujuk pada Israel.

Iran dan negara-negara kekuatan dunia menggelar perundingan 'konstruktif' pekan lalu yang bertujuan membangkitkan kembali kesepakatan nuklir tahun 2015, yang ditinggalkan Amerika Serikat (AS) sekitar tiga tahun lalu.

Terkait insiden di fasilitas nuklir Iran, sejumlah media lokal Israel yang mengutip sumber-sumber intelijen melaporkan bahwa dinas mata-mata Israel, Mossad, sukses melakukan operasi sabotase di fasilitas nuklir Natanz, yang berpotensi mengganggu pengayaan uranium selama berbulan-bulan.

Pemerintah Israel sendiri belum mengomentari insiden itu secara resmi.

Lokasi pengayaan uranium di Natanz, yang kebanyakan ada di bawah tanah, merupakan salah satu fasilitas Iran yang dipantau pemeriksa Badan Energi Atom Internasional (IAEA), badan pemantau nuklir Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Selanjutnya
Halaman
1 2