Polisi AS Tembak Mati Pria Kulit Hitam di Jalanan, Warga Mengamuk

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 14:13 WIB
A man stands atop a police car after throwing a brick at the windshield near the site of a shooting involving a police officer, Sunday, April 11, 2021, in Brooklyn Center, Minn. (Carlos Gonzalez/Star Tribune via AP)
Warga merusak mobil polisi setelah penembakan fatal seorang warga kulit hitam di Minneapolis, AS (Carlos Gonzalez/Star Tribune via AP)

Dalam pernyataannya, Kepolisian Brooklyn Center menyatakan bahwa polisi menghentikan kendaraan pemuda itu karena pelanggar lalu lintas. Saat memeriksa identitas pemuda itu didapati bahwa dia memiliki surat perintah penangkapan atas namanya.

Disebutkan bahwa ketika polisi berusaha menangkapnya, pemuda itu malah kembali ke dalam mobilnya. Salah satu polisi lantas melepas tembakan ke pemuda itu. Tembakan itu mengenainya dan pemuda ini sempat mengemudikan mobilnya sejauh beberapa blok sebelum menabrak kendaraan lain dan dia meninggal dunia.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa body camera yang terpasang pada dua polisi di lokasi, merekam seluruh insiden itu. Biro Penangkapan Kriminal pada otoritas negara bagian Minnesota menyatakan pihaknya tengah menyelidiki penembakan ini.

Di dekat lokasi penembakan, para demonstran berteriak melampiaskan kemarahan mereka pada polisi antihuru-hara yang berbaris mengawal jalannya unjuk rasa. Beberapa demonstran bahkan melakukan vandalisme terhadap dua mobil polisi yang ada di lokasi. Mereka melemparkan batu dan menginjak-injak mobil polisi itu.

Polisi melepaskan tembakan peluru karet yang menurut saksi mata, mengenai dua orang di kerumunan demonstran. Salah satunya dilaporkan mengalami pendarahan di kepala. Tembakan peluru karet dilepaskan sebelum demonstran bergerak ke gedung kepolisian setempat.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, menyatakan dirinya memantau unjuk rasa yang terjadi di wilayah Brooklyn Center, pinggiran Minneapolis. "Negara bagian kita berduka atas hilangnya satu nyawa pria kulit hitam oleh penegak hukum," ucapnya.

Dalam pernyataan terpisah, Wali Kota Brooklyn Center, Mike Elliott, menyebut penembakan fatal pada Minggu (9/4) waktu setempat, sebagai peristiwa 'tragis'. "Kami meminta para demonstran untuk terus beraksi secara damai dan agar para demonstran damai itu tidak ditangani dengan kekerasan," cetusnya.

Serikat Kebebasan Sipil Amerika cabang Minnesota menyerukan bahwa lembaga independen harus menyelidiki penembakan ini dan menuntut dirilisnya video penembakan itu segera.

"Keprihatinan mendalam bahwa polisi di sini tampaknya menggunakan pengharum udara yang menggantung sebagai dalih untuk melakukan operasi penghentian, hal yang dilakukan terlalu sering oleh polisi dengan menargetkan warga kulit hitam," sebut Serikat Kebebasan Sipil Amerika dalam pernyataannya.

Halaman

(nvc/ita)