Singapura Akan Izinkan Perawat Muslim Pakai Jilbab

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 10:43 WIB
Happy nurse talking to senior patients in private clinic. Senior couple consulting health and medical report with doctor at home. Old man and elderly woman visiting the nurse with clipboard and health issues.
Ilustrasi Perawat (Foto: iStock)
Singapura -

Pemerintah Singapura berencana akan mengizinkan para perawat muslimah untuk menggunakan jilbab saat berseragam. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Lee Hsien Loong setelah dialog tertutup dengan sekitar 70 komunitas Melayu, Muslim dan para pemimpin agama di Singapura.

Seperti dilansir The Straits Times, Senin (12/4/2021) Lee Hsien Loong berharap keputusan tentang diperbolehkannya pemakaian jilbab itu dapat segera diumumkan pada Hari Kemerdekaan Singapura pada akhir Agustus mendatang.

Lee mengatakan bahwa pemerintah harus bersiap untuk mengambil langkah itu karena sikap masyarakat telah berubah dan saat ini jilbab menjadi hal umum dalam lingkungan sosial dan pekerjaan.

"Dengan sendirinya, kita bisa melihat manfaat mengizinkan perawat Muslim mengenakan jilbab dengan seragam mereka jika mereka mau," katanya.

"Tetapi sebelum kita benar-benar melakukan perubahan, kita harus mempersiapkan landasan dari aturan ini. Kita harus memastikan bahwa semua orang memahami bahwa ini adalah penyesuaian yang cermat dan bukan perubahan besar-besaran. Kami ingin orang-orang menyadari batasannya, saat kami melakukan perubahan ini, dan kami harus memastikan bahwa warga Singapura, baik Muslim maupun non-Muslim, siap menerima langkah tersebut," ujarnya.

PM Lee mengatakan bahwa pertimbangan penggunaan jilbab bagi para perawat muslim karena Singapura merupakan negara multiras dan multiagama.

"Saya berharap, menjelang Hari Kemerdekaan Agustus mendatang, kami sudah siap untuk mengambil keputusan, dan ada yang harus saya laporkan," tambahnya.

"Kami ingin komunitas Melayu/Muslim dapat menjalankan agama dan budaya mereka sebaik mungkin," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2