Iran Bebaskan Kapal Tanker Korsel yang Ditahan 3 Bulan Lalu

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 14:29 WIB
Kapalnya Disita Iran, Korsel Kirimkan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Ilustrasi (dok. DW News)
Teheran -

Otoritas Iran akhirnya membebaskan sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan (Korsel) yang disita dan ditahan tiga bulan lalu. Penyitaan itu dilakukan setelah terjadi perselisihan antara Iran dan Korsel terkait pembekuan dana minyak senilai miliaran dolar Amerika.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (10/4/2021), pembebasan kapal tanker Korsel ini dilakukan ketika Iran terlibat dalam perundingan baru dengan kekuatan dunia di Wina, Austria, yang bertujuan menyelamatkan kesepakatan nuklir tahun 2015 dan mencabut sanksi-sanksi AS terhadap Iran. Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyebut perundingan itu sebagai 'babak baru'.

Korps Garda Revolusi Iran menyita kapal tanker bernama Hankuk Chemi itu bersama 20 anak buah kapal (ABK) berasal dari berbagai negara, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI), pada Januari lalu. Saat itu, Iran menuduh kapal tanker yang membawa muatan 7.200 ton 'produk kimia minyak' itu telah melakukan 'pelanggaran berulang terhadap undang-undang lingkungan maritim'.

Dalam pernyataan pada Jumat (9/4) waktu setempat, Kementerian Luar Korsel mengumumkan penahanan telah dicabut. "Kapal itu berangkat dengan selamat hari ini," sebut pernyataan tersebut.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi pembebasan kapal tanker Korsel tersebut.

"Kapal itu diperintahkan untuk dibebaskan oleh jaksa setelah penyelidikan selesai dan atas permintaan pemilik kapal dan pemerintah Korea Selatan," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, seperti dikutip kantor IRNA.

"Kurangnya catatan (pelanggaran) sebelumnya di kawasan oleh kapten dan kapal itu membantu jaksa untuk memiliki pandangan positif," imbuhnya.