'Kota Emas' yang Hilang Ditemukan Terkubur Pasir di Gurun Mesir

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 13:04 WIB
A handout picture released by the Egyptian Ministry of Antiquities on April 8, 2021, shows the remains of a 3,000 year old city, dubbed The Rise of Aten, dating to the reign of Amenhotep III, uncovered by the Egyptian mission near Luxor. © AFP Photo/Handout/Egyptian Ministry of Antiquities
Temuan kota kuno yang dijuluki 'kota emas yang hilang' yang baru ditemukan di Mesir (AFP Photo/Handout/Egyptian Ministry of Antiquities)
Kairo -

Para arkeolog mengungkap sisa-sisa kota kuno yang dijuluki 'kota emas yang hilang' di gurun Mesir, tepatnya di luar Luxor. Temuan ini disebut sebagai kota kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir dan diperkirakan berasal dari era kejayaan Firaun sekitar 3.000 tahun lalu.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (10/4/2021), pakar Mesir kuno yang ternama, Zahi Hawass, mengumumkan temuan 'kota emas yang hilang' itu terungkap di dekat Luxor, yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi Lembah Para Raja yang legendaris.

"Misi Mesir di bawah Dr Zahi Hawass menemukan kota yang hilang di bawah hamparan pasir. Kota ini berusia 3.000 tahun, berasal dari era kekuasaan Amenhotep III, dan terus digunakan oleh Tutankhamun dan Ay," demikian pernyataan tim penggalian dalam misi ini pada Kamis (8/4) waktu setempat.

Tim menyebut temuan itu sebagai kota kuno 'terbesar' yang pernah ditemukan di Mesir.

Profesor seni dan arkeologi Mesir pada Johns Hopkins University, Betsy Bryan, menyebut temuan itu sebagai 'penemuan arkeologi terpenting kedua sejak makam Tutankhamun' hampir seabad lalu.

Disebutkan juga oleh tim bahwa benda-benda perhiasan juga ditemukan bersama bejana tembikar, jimat kumbang scarab dan batu bata lumpur dengan segel Amenhotep III.

"Banyak misi asing mencari kota ini dan tidak pernah menemukannya," sebut Hawass, yang mantan Menteri Urusan Antik Mesir ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2