Tegang! Militer China Kejar Kapal Jurnalis Filipina di Laut China Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 17:46 WIB
An aerial view of Qilianyu islands in the Paracel chain, which China considers part of Hainan province on August 10, 2018. (Photo by - / AFP) / China OUT
Ilustrasi (dok. AFP)
Manila -

Sejumlah kapal militer China dilaporkan mengejar sebuah kapal sipil yang membawa para jurnalis Filipina di perairan Laut China Selatan. Angkatan Bersenjata Filipina tengah menyelidiki insiden yang disebut terjadi pekan ini.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/4/2021), beberapa jurnalis dari televisi Filipina, ABS-CBN, mendatangi Second Thomas Shoal yang berada di gugusan Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang menjadi sengketa, pada Kamis (8/4) waktu setempat.

Tiba-tiba, kapal yang membawa para jurnalis itu dikejar oleh sebuah Kapal Penjaga Pantai China dan dua kapal penyerang lainnya.

Ketegangan di Laut China Selatan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah ratusan kapal China terdeteksi berkumpul di Whitsun Reef, yang juga terletak di gugusan Kepulauan Spratly.

China yang mengklaim nyaris seluruh perairan Laut China Selatan, menolak permintaan Filipina agar kapal-kapal itu ditarik mundur. Otoritas Filipina menyebut ratusan kapal China itu secara melanggar hukum masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina.

"Angkatan Bersenjata Filipina menyatakan keprihatinan atas laporan dugaan pelecehan oleh kapal-kapal Angkatan Laut PLA China dan kapal Penjaga Pantai China seperti dilaporkan oleh tim jurnalis yang berada di atas kapal di dalam ZEE kita," ucap juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Mayor Jenderal Edgard Arevalo.

"Melalui Komando Barat Angkatan Bersenjata Filipina, kita melakukan penyelidikan dan verifikasi untuk mencari tahu apa yang terjadi," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2