AS Imbau Warganya di RI Tingkatkan Kewaspadaan Usai Bom Makassar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 11:28 WIB
People walk amongst US national flags erected by students and staff from Pepperdine University to honor the victims of the September 11, 2001 attacks in New York, at their campus in Malibu, California on September 10, 2015. The students placed some 3,000 flags in the ground in tribute to the nearly 3,000 victims lost in the attacks almost 14 years ago.      AFP PHOTO / MARK RALSTON / AFP / MARK RALSTON
Ilustrasi (dok. AFP PHOTO/MARK RALSTON)
Jakarta -

Otoritas Amerika Serikat (AS) merilis imbauan keamanan untuk setiap warga negaranya yang ada di wilayah Indonesia. Imbauan dirilis setelah terjadi dua serangan teroris di Makassar dan di Mabes Polri Jakarta beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir situs resmi Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Indonesia, Jumat (9/4/2021), imbauan keamanan itu dirilis pihak Kedubes AS pada Rabu (7/4) waktu setempat.

"Kedutaan Besar AS mengimbau warga negara Amerika di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan," demikian bunyi imbauan dari Kedubes AS.

"Otoritas Indonesia memperingatkan bahwa level ancaman terorisme tetap tinggi," imbuh imbauan tersebut.

Pengebom bunuh diri menyerang sebuah gereja di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Maret lalu dan seorang wanita bersenjatakan pistol airsoft gun menyerang Markas Besar Polisi Indonesia (Mabes Polri) di Jakarta pada 31 Maret.

Kedubes AS mengingatkan bahwa kehadiran personel kepolisian ditingkatkan di gedung-gedung pemerintah Indonesia, lokasi wisata, tempat ibadah, mal dan lokasi-lokasi lainnya.

"Kedutaan Besar AS menyarankan ditingkatkannya kewaspadaan keamanan personal, khususnya di tempat-tempat umum," imbau Kedubes AS.

Diketahui bahwa level imbauan perjalanan AS untuk Indonesia ditetapkan pada level 4 sejak 12 Januari lalu. Level 4 yang merupakan level tertinggi berbunyi: "Dilarang bepergian ke Indonesia karena COVID-19, terorisme dan bencana alam."

Sebelumnya, Kedutaan Besar AS mengutuk keras teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral di Makassar. Tindakan bom bunuh diri itu dinilai mencederai toleransi yang dijunjung tinggi.

"Amerika Serikat mengutuk keras serangan terhadap Gereja Katedral di Makassar," demikian rilis pernyataan Kedubes AS kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Kedubes AS menilai tindakan penyerangan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dapat mencederai toleransi di Indonesia. Tak hanya itu, penyerangan tersebut juga dinilai merusak penghormatan atas keberagaman yang dijunjung rakyat Indonesia.

"Serangan terhadap jemaat yang sedang beribadah mencederai toleransi dan penghormatan atas keberagaman yang dijunjung tinggi oleh rakyat Indonesia," ucap Kedubes AS.

Kedubes AS pun menyatakan belasungkawa atas bom bunuh diri di Makassar pada Minggu (28/3) pagi tersebut. AS menyatakan berdiri bersama Indonesia.

Simak Video: Densus Tangkap 20 Orang Terkait Bomber Pasutri di Katedral, 2 Dilepas

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)