Filipina Setop Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 60 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 16:54 WIB
Jerman Batasi Vaksin AstraZeneca Hanya untuk Lansia atas Alasan Keamanan
Ilustrasi -- Vaksin AstraZeneca (dok. DW News)
Manila -

Otoritas Filipina menghentikan sementara penggunaan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan AstraZeneca untuk orang-orang berusia di bawah 60 tahun. Penangguhan dilakukan setelah berbagai laporan kasus pembekuan darah pada orang-orang yang disuntik vaksin AstraZeneca di beberapa negara.

Seperti dilansir AFP, Kamis (8/4/2021), penangguhan ini dinilai akan semakin memperlambat laju vaksinasi Corona yang sudah berjalan lamban di Filipina.

Keputusan menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca ini diambil saat terjadi lonjakan kasus Corona yang memaksa penerapan lockdown terhadap lebih dari 24 juta orang di Manila dan sekitarnya.

Diketahui bahwa beberapa negara Eropa menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk populasi yang berusia lebih muda setelah sebelumnya membatasi penggunaannya karena kekhawatiran kasus pembekuan darah.

Regulator obat-obatan Uni Eropa dalam pernyataan pada Rabu (7/4) waktu setempat, menyebut bahwa kasus pembekuan darah harus didaftarkan sebagai efek samping langka dari vaksin AstraZeneca, namun menegaskan bahwa manfaatnya lebih besar dari risikonya.

"Sementara kita tidak melihat insiden semacam itu di negara ini, FDA merekomendasikan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin untuk orang-orang berusia di bawah 60 tahun saat kita masih menunggu hasil pengkajian yang dilakukan oleh para pakar lokal kita, juga pedoman resmi dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," ujar Direktur Otoritas Makanan dan Obat-obatan Filipina (FDA), Eric Domingo.

Filipina diketahui telah menerima sekitar 2,5 juta dosis vaksin Corona sejauh ini, yang sebagian besar berasal dari Sinovac Biotech, China.

Selanjutnya
Halaman
1 2