Ontario Kanada Kembali Berlakukan Lockdown

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 04:37 WIB
(FILES) In this file photo people arrive at the entrance to the Toronto Eaton Centre in downtown Toronto, Ontario on November 23, 2020, the first day of a new lockdown in the city. - Ontario Premier Doug Ford announced on April 1, 2021 strict measures for all of April in Canadas most populous province to slow a surge in Covid-19 cases, but stopped short of a total lockdown.The shutdown of most stores and severe limits on services in the province of 14 million people is to start on Saturday and last for at least 28 days.
Aktivitas di Toronto, Ontario Kanada saat pendemi (Foto: AFP/GEOFF ROBINS)
Ontario -

Provinsi Ontario, Kanada kembali memberlakukan lockdown untuk menekan penularan virus Corona (COVID-19) pada Kamis waktu setempat. Kebijakan ini akan diterapkan selama 4 minggu ke depan.

Dilansir AFP, Kamis (8/4/2021) kebijakan ini memaksa penduduk untuk tinggal di rumah. Sejumlah toko juga ditutup kecuali toko kebutuhan pokok.

"Situasi COVID-19 berada pada tahap kritis dan kami harus bertindak cepat dan tegas untuk tetap berada di depan varian baru yang mematikan ini," kata Perdana Menteri Ontario, Doug Ford dalam jumpa pers.

"Ini akan berlangsung selam empat minggu," tambahnya.

Kebijakan ini adalah kedua kalinya dalam tahun ini keadaan darurat di seluruh provinsi diumumkan.

Ontario menjadi provinsi yang paling terpukul akibat pandemi Corona di Kanada. Penambahan kasus baru sebanyak 3.200 atau hampir tiga perempat dari infeksi di seluruh negeri dalam satu hari terakhir.

Kasus mutasi varian virus yang lebih menular, merupakan dua pertiga dari kasus baru di provinsi tersebut.

Di bawah tekanan dari dokter dan perawat yang khawatir bahwa rumah sakit akan segera penuh, Ford pada Kamis lalu menarik "rem darurat untuk seluruh provinsi,". Pemerintah memberlakukan pembatasan berat pada layanan di provinsi berpenduduk 14 juta orang itu sebelum dilakukan lockdown total.

Dia menyoroti orang-orang masih keluar secara massal libut panjang Paskah. Dia menyebut banyak orang berpergian dengan urusan yang tidak penting.

"Banyak orang pergi ke mal dan berjalan-jalan dan keluar tanpa tas," katanya pada hari Selasa. "Maaf, tapi pergi ke mal tidak penting,"

Selanjutnya
Halaman
1 2