Gelar Kebaktian yang Dibanjiri Jemaat, Gereja di Paris Picu Kemarahan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 12:55 WIB
Polisi Jerman Bubarkan Kebaktian Dengan 150 Jemaah Yang Langgar Aturan Corona
ilustrasi (Foto: DW (News))
Jakarta -

Para pemimpin gereja dan pemerintah Prancis menyatakan kemarahannya setelah sebuah gereja besar di Paris mengadakan misa Paskah yang dipenuhi jemaat, dengan hanya beberapa orang yang memakai masker dan tanpa jarak sosial, yang bertentangan dengan batasan COVID-19.

Kecaman atas misa Paskah di gereja Saint-Eugene-Sainte-Cecile tersebut muncul di tengah laporan televisi tentang restoran kelas atas yang beroperasi di ibu kota Prancis itu meskipun ada pembatasan terkait virus Corona.

Jaksa penuntut Paris mengatakan kepada AFP bahwa penyelidikan telah dibuka untuk tuduhan membahayakan nyawa orang lain atas ibadah tersebut.

Surat kabar Le Parisien mempublikasikan video kebaktian gereja yang memperlihatkan para jemaat berkumpul bersama, masker tidak dikenakan dan para pastor secara langsung menempatkan roti komuni ke dalam mulut jemaat. Disebutkan bahwa misa itu berlangsung empat jam.

"Ini jelas tidak bisa diterima," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Marlene Schiappa kepada radio Franceinfo seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/4/2021).

Karine Dalle, juru bicara Keuskupan Paris, mengatakan pihaknya "terkejut" dengan kurangnya jarak sosial di kebaktian itu dan mengatakan pihaknya mengutuk "perilaku tercela seperti itu".

"Sayangnya, video tersebut sudah jelas. Kami melihat sejumlah besar orang tanpa masker dan tanpa jarak sosial. Kami dengan tegas mengutuknya," katanya kepada AFP.

Selanjutnya
Halaman
1 2