Ada Kasus Pembekuan Darah, Australia Tetap Gunakan Vaksin AstraZeneca

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 03 Apr 2021 15:48 WIB
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images)
vaksin AstraZeneca (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)

Kemungkinan komplikasi dengan peluncuran vaksin AstraZeneca selanjutnya dapat memperlambat laju inokulasi yang sudah tertunda di Australia.

Australia meluncurkan vaksinasi massal untuk 25 juta penduduknya pada bulan Februari, dengan sebagian besar diharapkan menerima vaksin Universitas Oxford/AstraZeneca tersebut, seiring 50 juta dosis sedang diproduksi di dalam negeri oleh CSL Ltd.

Australia terbilang berhasil dalam mengendalikan virus Corona dengan lockdown (penguncian) cepat, penutupan perbatasan, dan pelacakan cepat yang membatasi jumlah kasus infeksi virus Corona menjadi hanya di bawah 29.300 kasus, dengan 909 kematian akibat COVID-19.


(ita/ita)