Pasutri AS Didakwa 20 Tahun Penjara Usai Coba Gabung ISIS di Yaman!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 10:52 WIB
Turki Deportasi Dua Perempuan Pendukung ISIS dan Empat Anaknya ke Jerman
Ilustrasi bendera ISIS (Foto: DW News)
Washington DC -

Sepasang suami istri asal Amerika Serikat (AS) didakwa 20 tahun penjara. Mereka diduga mendukung kelompok teroris, berniat pergi ke Yaman dan bergabung dengan kelompok Negara Islam (ISIS).

Seperti dilansir AFP, Jumat (2/4/2021) diketahui pasangan bernama James Bradley (20) asal New York dan Arwa Muthana (29) dari Alabama dicegah pada Rabu (31/3) saat mereka hendak naik ke kapal kargo di Newark, New Jersey.

Departemen Kehakiman AS mengatakan Bradley telah mengungkapkan pandangan ekstremis brutalnya, setidaknya sejak 2019. Dalam kontak dengan staf badan penegak hukum yang menyamar tahun lalu, dia berulang kali mengatakan percaya pada ISIS.

Bradley juga mengatakan kepada agen tersebut bahwa dia bersedia melakukan serangan terhadap target AS, termasuk ke Akademi Militer AS di West Point.

Sosok Bradley diketahui FBI setelah seorang temannya ditangkap pada 2019 karena berencana melakukan perjalanan ke Afghanistan untuk bergabung dengan Taliban.

"Sejak itu, Bradley terus mengungkapkan keinginannya untuk melakukan kekerasan untuk sebagai bagian dukungan terhadap ideologi Islam radikal, mengarahkan dukungan dan kesetiaannya kepada ISIS, dan berusaha melakukan perjalanan ke luar negeri untuk bergabung dan berjuang untuk ISIS," kata FBI.

Bradley juga menyebarkan propaganda ISIS kepada agen tersebut dan keduanya sempat mendiskusikan berbagai pilihannya untuk bergabung dengan kelompok ekstremis atau melancarkan serangan di Amerika Serikat.

Lebih lanjut, pria berusia 20 tahun itu akhirnya memutuskan untuk pergi ke Yaman dan bergabung dengan ISIS bersama istrinya, Muthana, seorang wanita yang dinikahinya pada Januari 2021 lalu.

"Jika saya tidak menemukan mereka, saya mungkin akan pergi ke Somalia," katanya kepada agen itu, merujuk pada negara Afrika Timur di mana kelompok ekstremis Al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaeda mengancam pemerintah.

Simak juga video 'Kisah Korban Selamat dari ISIS di Palma: Kabur ke Hutan-7 Hari Tak Makan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2