Kapal Kontainer Raksasa Bebas di Terusan Suez, ABK Berpotensi Ditahan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 19:44 WIB
Kapal raksasa tersangkut di Terusan Suez berhasil mengapung kembali
Kapal kontainer raksasa MV Ever Given atau Evergreen yang dibebaskan usai berhari-hari terjebak di Terusan Suez (dok. BBC World)
New Delhi -

Kapal kontainer raksasa, MV Ever Given, telah dibebaskan usai terjebak berhari-hari dan memicu kemacetan di Terusan Suez. Namun awak atau ABK kapal kargo tersebut berpotensi menghadapi jeratan hukum dan ada kemungkinan menjadi tahanan rumah.

Seperti dilaporkan Times of India dan dilansir New York Post, Rabu (31/3/2021), pemerintah India dan asosiasi pelaut setempat khawatir soal bagaimana Otoritas Terusan Suez (SCA) akan memperlakukan 25 ABK dari kapal sepanjang 400 meter itu. Semua ABK kapal itu dilaporkan berkewarganegaraan India.

Sejumlah sumber dari industri perkapalan mengatakan kepada Times of India bahwa para ABK bisa dilarang bepergian jauh dan pada akhirnya berpotensi didakwa secara pidana atas insiden itu.

"Ada bahaya yang jelas bahwa awak kapal akan dijadikan kambing hitam," ucap Kapten Sanjay Prashar, yang merupakan anggota Dewan Pelayaran Nasional.

"Pertama-tama, harus dipastikan bagaimana kapal raksasa itu kandas. Fakta-fakta bisa dicek dengan memeriksa dan mendengarkan percakapan pada perekam data pelayaran kapal dan bisa memahami apa yang menyebabkan insiden itu," imbuhnya.

Bernhard Schulte Shipmanagement yang menjadi manajer teknis MV Ever Given, belum mengidentifikasi para ABK. Namun dinyatakan bahwa mereka 'semua aman dan selamat dan mereka dalam kesehatan yang baik'.

"Kerja keras dan profesionalisme tak kenal lelah dari master dan awak sangat diapresiasi," ujar Prashar.

Serikat Nasional Pelaut India yang berbasis di Mumbai, juga menyatakan solidaritas untuk para ABK dari India. "NUSI menjanjikan solidaritas dengan seluruh pelaut India di atas kapal Ever Given. ... Para pelaut baik-baik saja tapi stres. Mereka tidak sendirian dan kami akan mendukung mereka kapanpun diperlukan dan dengan cara apapun yang dibutuhkan," tegas Sekretaris Jenderal NUSI, Abdulgani Serang.

Sementara itu, menurut seorang pejabat SCA kepada Reuters, penyelidikan resmi terhadap insiden itu telah dimulai pada Rabu (31/3) waktu setempat.

Ketua SCA, Osama Rabie, telah menyebut indikasi bahwa kondisi cuaca, termasuk angin kencang, dan kesalahan manusia bisa berperan dalam insiden ini.

Ditambahkan penasihat Rabie, Kapten Sayen Sheasha, bahwa penyelidikan akan mencakup pemeriksaan kelayakan kapal dan tindakan kapten untuk mencari tahu penyebabnya.

MV Ever Given yang kandas di Terusan Suez pada 23 Maret lalu, baru bisa dibebaskan pada Senin (29/3) waktu setempat. Insiden ini membuat perdagangan pelayaran global terhenti dan memicu kerugian triliunan rupiah setiap harinya.

(nvc/idn)