Biden Undang Putin dan Xi Jinping ke KTT Iklim Virtual

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 02:57 WIB
US President Joe Biden gestures as he speaks on the anniversary of the start of the Covid-19 pandemic, in the East Room of the White House in Washington, DC on March 11, 2021. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Presiden AS Joe Biden (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Presiden AS Joe Biden telah mengundang Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin ke pertemuan puncak iklim virtual yang dia selenggarakan pada 22 dan 23 April. Hal itu diungkap seorang pejabat Departemen Luar Negeri.

Empat puluh pemimpin dunia telah diundang ke pertemuan itu. Acara itu menandakan kembalinya Washington ke garis depan perang melawan perubahan iklim buatan manusia, setelah mantan presiden Donald Trump melepaskan diri dari proses tersebut.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden meneken serangkaian perintah eksekutif yang dirancang khusus untuk perubahan iklim, termasuk larangan energi yang berasal dari perut bumi.

Perintah eksekutif bertujuan untuk membekukan kontrak pengeboran minyak dan gas di tanah milik pemerintah federal, serta melipatgandakan energi terbarukan tenaga angin di lepas pantai pada 2030 mendatang.

Langkah ini kemungkinan akan mendapat perlawanan dari perusahaan energi, dan menjungkirbalikkan aturan era Donald Trump, yang telah mengurangi perlindungan terhadap lingkungan.

"Hari ini adalah hari iklim di Gedung Putih," kata Biden pada Rabu, waktu setempat.

"Kita sudah lama menunggu," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih. "Dan kita tak bisa lagi menunggu lebih lama."

Biden mengatakan, AS "harus memimpin" respon global terhadap krisis perubahan iklim.

"Sama halnya kita membutuhkan respon nasional untuk bersatu melawan Covid-19, kita sangat membutuhkan respon nasional untuk bersatu terhadap iklim lantaran di sana ada krisis iklim," katanya.

Dia menambahkan, bahwa AS tak bisa melewati tantangan ini sendirian.

Rangkaian perintah eksekutif yang ditandatangani Biden pada Rabu, adalah membentuk kantor kebijakan iklim domestik Gedung Putih dan mengumumkan pertemuan puncak para pemimpin akan dihelat pada April atau bertepatan di Hari Bumi.

Perubahan iklim, di bawah rencana Biden, masing-masing akan menjadi prioritas "keamanan nasional" dan "kebijakan luar negeri", kata para pejabat.

Biden juga meminta direktur intelijen nasional AS mempersiapkan sebuah laporan tentang implikasi keamanan perubahan iklim.

(eva/eva)