Biden Tegaskan China Tak Akan Bisa Lampaui AS untuk Jadi Negara Terkuat

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 10:10 WIB
US President Joe Biden gestures as he speaks on the anniversary of the start of the Covid-19 pandemic, in the East Room of the White House in Washington, DC on March 11, 2021. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Joe Biden (dok. AFP/MANDEL NGAN)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menegaskan dirinya akan mencegah China melampaui AS untuk menjadi negara paling kuat di dunia. Biden juga menyamakan Presiden Xi Jinping dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang disebutnya sama-sama merangkul autokrasi.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (26/3/2021), Biden berjanji untuk berinvestasi besar-besaran demi memastikan AS menang dalam persaingan sengit antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Biden menuturkan dirinya menghabiskan waktu 'berjam-jam' dengan Xi saat masih menjabat Wakil Presiden AS di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama. Biden meyakini bahwa Xi mempercayai autokrasi -- bukan demokrasi -- memegang kunci masa depan.

Disebutkan Biden bahwa dirinya telah memperjelas kepada Xi bahwa AS tidak mencari konfrontasi, namun bersikeras meminta China mematuhi aturan internasional untuk persaingan yang adil, perdagangan yang adil dan menghormati hak asasi manusia (HAM).

"China memiliki tujuan secara keseluruhan ... untuk menjadi negara paling terdepan di dunia, negara terkaya di dunia dan negara paling kuat di dunia. Itu tidak akan terjadi dalam pengawasan saya karena Amerika Serikat akan terus bertumbuh," tegas Biden kepada wartawan di Gedung Putih.

Di tengah memburuknya hubungan AS dan China, Biden menyamakan Xi dengan Putin dengan menyebut keduanya sebagai pendukung autokrasi.

"Dia salah satu orang, seperti Putin, yang berpikir bahwa autokrasi adalah gelombang masa depan, (dan) demokrasi tidak bisa berfungsi di dalam dunia yang terlalu kompleks," ucap Biden merujuk pada Xi.

"Dia tidak memiliki kerangka demokrasi -- dengan huruf 'd' kecil -- di dalam tubuhnya, tapi dia orang yang cerdas, pintar," imbuhnya, masih merujuk pada Xi.

Simak juga 'Biden: Setop Kekerasan Terhadap Warga Asia di AS!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2