Anak-anak Punya Respons Antibodi Lebih Kuat terhadap COVID-19

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 14:09 WIB
Krisis Corona Berdampak Dramatis Pada Anak-anak dan Remaja di Jerman
Ilustrasi (Foto: DW News)
Jakarta -

Anak-anak yang berusia dibawah 10 tahun menghasilkan lebih banyak antibodi untuk merespons infeksi virus Corona daripada remaja dan orang dewasa. Hal itu disampaikan dalam sebuah penelitian dari Weill Cornell Medicine, Amerika Serikat pada Senin (22/3).

Seperti dilansir AFP, Selasa (23/3/2021) para penulis studi yang muncul di JAMA Network Open tersebut, mengatakan temuan itu membantu menjelaskan mengapa anak-anak tidak serentan orang dewasa terkait kasus COVID-19.

Antara April-Agustus 2020, para peneliti di Weill Cornell Medicine memeriksa hampir 32.000 tes antibodi dari New York City. Mereka menemukan bahwa jumlah yang sama dari 1.200 anak-anak dan 30.000 orang dewasa menunjukkan tanda-tanda infeksi di masa lalu - dengan masing-masing 17 persen dan 19 persen.

Para ilmuwan kemudian memeriksa sebagian pasien yang dites positif - 85 anak-anak dan 3.648 orang dewasa - untuk menentukan tingkat antibodi imunoglobulin G (IgG). Tes ini adalah kunci dari antibodi "penetralisir" yang mengikat protein lonjakan virus, dan mencegahnya menyerang sel-sel di dalam tubuh.

Sekitar 32 anak (berusia 1-10 tahun) menunjukkan tingkat median IgG hampir lima kali lebih tinggi daripada 127 orang dewasa muda (berusia 19-24 tahun).

Para peneliti kemudian berfokus pada bagian dari 126 pasien positif (berusia 1- 24 tahun), yang tak pernah mengalami COVID-19 parah, untuk lebih menentukan respons antibodi. Dalam kelompok terakhir ini, anak-anak (berusia 1-10 tahun) rata-rata memiliki lebih dari dua kali tingkat antibodi IgG dibanding remaja (berusia 11-18 tahun), yang juga memiliki lebih dari dua kali lipat tingkat rata-rata orang dewasa muda (berusia 19-24 tahun).

"Temuan kami menunjukkan bahwa perbedaan dalam manifestasi klinis COVID-19 pada pasien anak-anak dibandingkan dengan pasien dewasa mungkin sebagian disebabkan oleh respons kekebalan terkait usia," demikian keterangan yang ditulis dalam hasil penelitian.

Simak juga video 'Daftar 10 Wilayah Zona Merah Corona di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2