Kamala Harris Beri Selamat ke Presiden Wanita Pertama Tanzania

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 21 Mar 2021 11:23 WIB
Washington -

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengucapkan selamat kepada presiden baru Tanzania, Samia Suluhu Hassan pada Sabtu (20/3). Hassan menjadi wanita pertama di Tanzania yang memegang jabatan penting di negara tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (21/2/2021) dalam postingannya di Twitter itu, Harris, yang menjadi wanita pertama dan orang kulit hitam pertama yang menjabat sebagai Wapres AS, mengatakan AS siap untuk memperkuat hubungan antara kedua negara.

"Saya mengirimkan ucapan selamat kepada @SuluhuSamia setelah dia dilantik sebagai Presiden baru Tanzania - wanita pertama yang memegang jabatan itu. Amerika Serikat siap bekerja dengan Anda untuk memperkuat hubungan antar negara kita, "tulisnya.

Hassan, yang sempat menjadi wakil presiden sejak 2015, mendesak negara untuk bersatu dan menghindari saling tuding setelah kematian John Magufuli, pendahulunya yang skeptis terhadap pandemi COVID-19.

Sebagai bekas pegawai kantor, karier politik Hassan dimulai pada tahun 2000 di negara asalnya Zanzibar, sebuah negara kepulauan semi-otonom, sebelum terpilih menjadi anggota majelis nasional di Tanzania dan ditugaskan sebagai menteri senior.

Sebagai pendukung partai yang berkuasa, karier wanita berusia 61 tahun itu terus melesat hingga dipilih oleh Magufuli sebagai pasangannya dalam kampanye pemilihan presiden pertamanya pada tahun 2015. Partai yang mengusungnya, Chama Cha Mapinduzi (CCM) menang telak hingga membawa namanya dalam sejarah sebagai wakil presiden wanita pertama di Tanzania.

Pasangan itu terpilih kembali pada Oktober lalu dalam pemilihan umum yang disengketakan, di mana menurut oposisi dan pengamat independen dinodai oleh ketidakberesan.

Hassan terkadang mewakili Magufuli dalam perjalanan ke luar negeri, tapi namanya jarang terdengar di luar Tanzania. Ia mulai dikenal saat tampil di televisi nasional dengan jilbab hitam untuk mengumumkan kematian Magufuli akibat sakit yang dideritanya.

Dalam pidatonya yang lemah lembut itu - sangat kontras dengan retorika berapi-api yang disukai oleh pendahulunya - Hassan menyatakan 14 hari berkabung nasional.

Selanjutnya
Halaman
1 2