Kasus COVID Menanjak, Yunani Akan Bagikan Alat Tes Mandiri ke Warga

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 21 Mar 2021 10:53 WIB
A man takes his own COVID-19 swab test at a newly set-up testing facility in a car park in West Ealing, London, Tuesday, Feb. 2, 2021. British health authorities plan to test tens of thousands of people in a handful of areas of England in an attempt to stop a new variant of the coronavirus first identified in South Africa spreading in the community. The Department of Health says a small number of people in England who had not travelled abroad have tested positive for the strain. (AP Photo/Frank Augstein)
Ilustrasi (Foto: AP/Frank Augstein)
Athena -

Yunani berencana akan mulai mendistribusikan alat tes COVID-19 do-it-yourself gratis bulan depan. Hal itu dilakukan pemerintah untuk mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan yang menghadapi tingginya angka infeksi COVID-19 di negara itu.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (21/2/2021) dikatakan bahwa setiap warga Yunani yang memiliki nomor jaminan sosial berhak atas empat alat tes per bulan. Alat tes mandiri itu akan didistribusikan di apotek-apotek terdekat.

"Ini adalah alat baru dalam perang negara melawan pandemi. Tes akan memungkinkan pemantauan epidemiologi yang lebih baik, dan tentu saja pencegahan, " kata kantor Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah mengatakan alat uji do-it-yourself memiliki tingkat akurasi sekitar 95% -99%. Tes ini lebih mudah dilakukan daripada rapid tes dengan menggunakan sample dari hidung dan air liur.

Warga Yunani yang dites positif akan diinstruksikan untuk melapor ke otoritas kesehatan untuk pemantauan dan penelusuran infeksi COVID-19.

Pemerintah mengatakan Yunani akan menjadi negara Eropa pertama yang membuat alat tes mandiri yang tersedia dengan mudah dan gratis.

Mulai minggu depan, Yunani akan mencabut beberapa pembatasan lockdown COVID-19 sebagai bagian dari rencana untuk membuka kembali ekonomi secara bertahap dan menghilangkan tekanan nasional saat sejumlah rumah sakit ditekan akibat kasus yang tinggi.

Pada hari Jumat (19/3), otoritas kesehatan melaporkan 2.785 kasus virus corona baru dan 64 kematian. Jumlah itu menambah total kasus menjadi 233.079 sejak kasus pertama terdeteksi pada Februari tahun lalu dan jumlah kematian menjadi 7.361 orang.

Simak juga 'Usai 2 Hari Divaksinasi, PM Pakistan Imran Khan Positif Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/gbr)