Ke Atlanta Usai Penembakan Brutal, Biden Minta Warga AS Lawan Kefanatikan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 11:38 WIB
US President Joe Biden gestures as he speaks on the anniversary of the start of the Covid-19 pandemic, in the East Room of the White House in Washington, DC on March 11, 2021. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Presiden AS Joe Biden (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris menyampaikan penghiburan kepada warga Asia-Amerika dan mengecam rasisme dalam kunjungan mereka ke Atlanta pada hari Jumat (19/3) waktu setempat.

Kunjungan itu dilakukan beberapa hari setelah seorang pria kulit putih menembak mati delapan orang di panti pijat dan spa di Atlanta, yang sebagian besar korban adalah wanita Asia-Amerika.

Biden mengatakan "menyayat hati" untuk mendengarkan cerita mereka tentang ketakutan di antara orang-orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik di tengah apa yang dia sebut sebagai "lonjakan pelecehan dan kekerasan terhadap mereka."

"Kita harus mengubah hati kita," kata Biden dalam kunjungannya di Atlanta. "Kebencian tidak memiliki tempat berlindung yang aman di Amerika," imbuhnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (20/3/2021).

Biden meminta semua warga Amerika untuk melawan kefanatikan ketika mereka melihatnya. "Kebisuan kita adalah keterlibatan. Kita tidak bisa terlibat," tuturnya.

"Mereka telah diserang, disalahkan, dikambinghitamkan, dan dilecehkan; mereka telah diserang secara verbal, diserang secara fisik, dibunuh," kata Biden tentang orang-orang Amerika keturunan Asia selama pandemi virus Corona.

Biden juga menyebut penembakan itu sebagai contoh dari "krisis kesehatan masyarakat akibat kekerasan senjata di negara ini", seiring pemerintahannya telah diawasi oleh beberapa pihak di partainya sendiri karena tidak bergerak secepat yang dijanjikan dalam mereformasi undang-undang senjata negara.

Simak video 'Biden Buka Suara Soal Penembakan di Panti Pijat Atlanta':

[Gambas:Video 20detik]