Malaysia Perintahkan Staf Diplomatik Korut Angkat Kaki dalam 48 Jam

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 18:20 WIB
Kuala Lumpur -

Kementerian Luar Negeri Malaysia mengecam keputusan Korea Utara untuk memutuskan hubungan diplomatik. Langkah itu digambarkan sebagai hal yang "tidak bersahabat dan tidak konstruktif".

Seperti dilansir The Star dan Reuters, Jumat (19/3/2021), pernyataan Malaysia itu juga diikuti oleh sikap untuk menutup Kedutaan Besarnya di Pyongyang, Korea Utara. Sementara itu, Malaysia juga memerintahkan semua staf diplomatik di Kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam.

"Pemerintah akan memerintahkan semua staf diplomatik kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur dan keluarga mereka untuk meninggalkan Malaysia dalam waktu 48 jam," demikian isi pernyataan Kemenlu Malaysia.

Kemenlu Malaysia juga menegaskan bahwa negaranya telah memastikan ekstradisi warga negara Korea Utara, Mun Chol Myong, dilakukan sesuai dengan prinsip keadilan, supremasi hukum dan independensi peradilan.

"Pemerintah Malaysia harus mengesampingkan serangkaian demarki Republik Demokratik Rakyat Korea untuk eksekutif Malaysia atas campur tangan dalam sistem peradilan dan hukum kami," kata Kemenlu Malaysia menanggapi keputusan Korea Utara untuk memutuskan hubungan dengan Malaysia.

Menurut Kemenlu Malaysia, Mun ditahan oleh otoritas Malaysia pada 14 Mei 2019 sesuai dengan surat perintah penangkapan sementara yang dikeluarkan berdasarkan Pasal 13 (1) (b) dari Undang-Undang Ekstradisi 1992 menyusul tuduhan persekongkolan pencucian uang, serta melanggar sanksi PBB. Tindakan tersebut juga merupakan pelanggaran menurut hukum Malaysia.

Kemenlu Malaysia mengatakan negaranya juga menyesalkan keputusan Korut yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

Selanjutnya
Halaman
1 2