Pemerintah Malaysia Ajukan Banding Soal Umat Kristen Gunakan Kata 'Allah'

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 18:46 WIB
Ilustrasi Bendera Malaysia (AFP Photo)
Ilustrasi Bendera Malaysia (Foto: AFP PHOTO)
Kuala Lumpur -

Pemerintah Malaysia mengajukan banding atas keputusan pengadilan untuk membatalkan larangan resmi yang telah berusia puluhan tahun dan mengizinkan orang Kristen di negara mayoritas Muslim itu menggunakan kata "Allah" untuk merujuk pada Tuhan mereka.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/3/2021) kata itu telah lama memecah belah multi-etnis di Malaysia. Umat Kristen menyebut upaya untuk menghentikan mereka menggunakan kata itu menandai meningkatnya pengaruh Islam konservatif.

Sejumlah umat muslim menuduh minoritas Kristen telah melewati batas. Perdebatan itu memicu ketegangan agama dan memicu kekerasan selama bertahun-tahun.

Pekan lalu, Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memutuskan bahwa umat Kristen dapat menggunakan kata "Allah" dalam publikasi, dan mencabut larangan yang telah ada sejak 1986 itu.

Seorang hakim memutuskan larangan itu tidak konstitusional, karena konstitusi Malaysia menjamin kebebasan beragama.

Namun, kini pemerintah Malaysia mengajukan gugatan banding ke pengadilan dengan mengatakan pihaknya "tidak puas" dengan putusan tersebut.

Pihak berwenang telah lama berargumen bahwa mengizinkan non-Muslim untuk menggunakan kata "Allah" bisa membingungkan, dan membujuk Muslim untuk pindah agama.

Kasus ini bermula 13 tahun lalu ketika petugas menyita materi agama dalam bahasa Melayu lokal dari seorang Kristen di bandara Kuala Lumpur yang berisi kata "Allah".

Lihat juga Video: Dikritik, Malaysia Tetap Deportasi 1.000 WN Myanmar

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2