Picu Reaksi di Medsos, Afghanistan Cabut Larangan Siswi Bernyanyi

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 17:56 WIB
FILE - in this Saturday, March 6, 2021, Sima Samar, a prominent activist and physician who has been fighting for womens rights in Afghanistan for the past 40 years, gives an interview  at her house in Kabul, Afghanistan. An Afghan education ministry memo banning girls, 12 years old and older, from singing at public school functions, which the education ministry tells The Associated Press was a mistake, is causing a social media stir. (AP Photo/Rahmat Gul, File)
Ilustrasi (Foto: AP/Rahmat Gul)
Kabul -

Larangan bernyanyi di acara publik bagi siswi di atas usia 12 tahun di Afghanistan akhirnya dicabut. Minggu lalu, larangan itu memicu kampanye di media sosial, di mana banyak wanita mengunggah video yang memperlihatkan mereka menyanyikan lagu favorit masing-masing dengan tagar #IAmMySong.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/3/2021) paduan suara siswi adalah aturan reguler di setiap acara resmi Afghanistan, tetapi ketika otoritas pendidikan di Kabul melarang partisipasi remaja, hal itu langsung memicu reaksi balik.

Perintah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pejabat pendidikan "melakukan Talibanisasi" di negara itu, menandai kembalinya kelompok Islam otoriter yang melarang partisipasi wanita di hampir semua bagian masyarakat di luar rumah mereka sendiri.

Pada Minggu (15/3), Kementerian Pendidikan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan larangan itu "tidak mencerminkan posisi atau kebijakan Kementerian".

Pencabutan larangan itu dilakukan usai terjadi reaksi keras dari pengguna media sosial yang menggunakan tagar "#IAmMySong".

"Di Afghanistan hari ini, Kementerian Pendidikan mencekik suara gadis-gadis kecil kami dengan melarang mereka menyanyi," cuit Shamila Kohestani, mantan kapten tim sepak bola wanita nasional.

"Mereka benar-benar mengajari gadis-gadis bahwa mereka tidak memiliki suara. #IAmMySong." katanya.

Di Facebook, Tayeb Safa menuliskan, "Saya merasa Taliban sedang bangkit kembali."

Simak juga Video: Tiga Ledakan Mengguncang Afghanistan, 5 Orang Tewas

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2