Presiden Argentina Diserang Pendemo yang Marah soal Kebakaran Hutan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 14:06 WIB
Argentinas President Alberto Fernandez speaks during the promulgation ceremony of the abortion law known as Voluntary Interruption of Pregnancy Law (IVE in Spanish) in Buenos Aires, on January 14, 2021. - Fernandez sign the law that allows voluntary terminations up to 14 weeks of pregnancy, which was passed by the senate on December 30, 2020. (Photo by Emiliano LASALVIA / AFP)
Presiden Argentina, Alberto Fernandez (Foto: AFP/EMILIANO LASALVIA)
Buenos Aires -

Puluhan pengunjuk rasa menendang dan melemparkan batu ke sebuah minibus yang membawa Presiden Argentina Alberto Fernandez pada hari Sabtu (13/3). Saat itu presiden sedang melakukan kunjungan ke daerah bekas kebakaran hutan di negara itu.

Seperti dilansir AFP, Minggu (14/3/2021) dalam tayangan televisi terlihat Fernandez harus berlindung di balik pengawalnya saat kerumunan demonstran mendorong ke arahnya dan delegasinya, ketika dia meninggalkan pusat komunitas di kota Lago Puelo di wilayah Patagonia Selatan.

Menurut rekaman yang disiarkan oleh TN dan surat kabar Clarin, terlihat para pengunjuk rasa kemudian menghentikan bus yang membawa presiden. Tak hanya itu, mereka juga memukul, menendang dan melemparkan batu hingga memecahkan jendela kendaraan.

Fernandez tak terlalu menanggapi kekerasan yang dialaminya dan mengatakan hal itu hanya dilakukan segelintir orang.

"Saya yakin bahwa kekerasan ini tidak dilakukan oleh orang-orang Chubut atau oleh mereka yang mendiami Argentina yang kita cintai," tulisnya, merujuk pada provinsi yang mengelilingi kota itu.

Dengan pengamanan yang tidak terlalu ketat, sejumlah orang berhasil menghentikan bus presiden dan kendaraan lain dalam rombongan itu selama beberapa menit. Mereka bahkan melemparkan tubuhnya ke kap kendaraan Fernandez.

Setelah kerumunan bisa terurai, beberapa kendaraan lain mengular di antara kerumunan dan melaju dengan bus kepresidenan.

Clarin melaporkan bahwa para demonstran marah atas proyek pertambangan di provinsi Chubut, yang merupakan bagian dari Patagonia, dan kepada gubernur provinsi.

Selanjutnya
Halaman
1 2