Liga Arab dan Palestina Kutuk Pembukaan Kantor Diplomatik Ceko di Yerusalem

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 10:07 WIB
Czech Prime Minister Andrej Babis (R), Israeli Foreign Minister Gabi Ashkenazi (C) and Israeli Minister of Public Security Amir Ohana unveil a plaque during a ceremony marking the opening of the new Embassy of the Czech Republic Jerusalem office, on March 11, 2021. (Photo by Sebastian Scheiner / POOL / AFP)
Pembukaan kantor diplomatik Ceko di Yerusalem (Foto: AFP/SEBASTIAN SCHEINER)
Jakarta -

Otoritas Palestina dan Liga Arab mengutuk pembukaan kantor diplomatik Republik Ceko di Yerusalem pada Sabtu (13/3). Mereka mengatakan keputusan Ceko itu sebagai pelanggaran hukum internasional.

Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (14/3/2021) Republik Ceko membuka kantor cabang Kedutaan Besarnya untuk Israel di Yerusalem pada hari Kamis (11/3). Peresmian dihadiri oleh Perdana Menteri Ceko Andrej Babis, dua minggu setelah Israel mengirimkan 5.000 vaksin Moderna ke Republik Ceko di bawah program "diplomasi vaksin" yang kemudian mendapat pengawasan hukum dan dibekukan.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut langkah Praha sebagai "serangan terang-terangan terhadap rakyat Palestina dan hak-hak mereka, pelanggaran mencolok hukum internasional", dan mengatakan itu akan membahayakan prospek perdamaian kedua negara.

Di Kairo, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Status hukum Yerusalem akan dipengaruhi oleh keputusan satu negara atau lainnya untuk membuka kantor perwakilan. Yerusalem Timur adalah tanah yang diduduki di bawah hukum Internasional. "

Menggarisbawahi bahwa kantor Yerusalem bukanlah kedutaan, Kementerian Luar Negeri Ceko mengatakan pembukaan kantornya dimaksudkan untuk memperkuat kemitraan strategis Praha dengan Israel dan meningkatkan layanan bagi warga Ceko di sana.

"Pembentukan kantor tersebut tidak berdampak pada keinginan Republik Ceko untuk lebih mengembangkan hubungan politik dan ekonomi dengan Otoritas Palestina," kata Babis.

Status Yerusalem adalah salah satu masalah paling sulit dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Israel mencaplok bagian timur kota itu dalam suatu tindakan yang tidak diakui secara internasional, dan menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibukotanya.

Babis menggambarkan Israel sebagai "mitra strategis" dan memuji kantor baru tersebut sebagai "tonggak penting dalam kerja sama kami."

Tonton juga Video: Liga Arab Gelar Rapat Darurat Bahas Palestina

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2