Viral Gunung Emas di Kongo, Begini Faktanya

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 16:19 WIB
Congolese artisanal miners are seen mining for gold in the Togo-Kazaroho area on July 11, 2018 in Ituri Province. The Togo-Kazaroho Gold Mining site lies deep within the Ituri Forest. Miners will stay out in the forest for up to a week, by the end of the week the will usually have mined about Six grams of gold. The gold gets sold to traders in the near by town of Mambasa, from there it will either head legally to the town of Bunia or Illegally over the borders in Uganda. (Photo by John WESSELS / AFP)
Ilustrasi warga Kongo saat menambang emas (Foto: AFP/JOHN WESSELS)
Jakarta -

Republik Demokratik Kongo baru saja menghebohkan publik setelah sebuah video mengenai adanya gunung emas di negara itu viral di media sosial. Dalam video yang tersebar, terlihat banyak penduduk desa di provinsi Kivu Selatan, Kongo, beramai-ramai menggunakan sekop, alat-alat lainnya bahkan menggunakan tangan kosong untuk mencari emas.

Seperti dilansir Reuters dan Hindustan Times, Jumat (12/3/2021) video lainnya menunjukkan penduduk setempat membersihkan tanah yang menempel pada emas dan mengumpulkannya di wadah lain.

"Sebuah video dari Republik Kongo mendokumentasikan kejutan terbesar bagi beberapa penduduk desa di negara ini, ketika seluruh gunung yang dipenuhi dengan emas ditemukan! Mereka menggali tanah untuk menemukan emas dan membawanya ke rumah mereka untuk membersihkan kotoran dan mengekstraksi emasnya," kata Ahmad Algohbary, seorang jurnalis lepas yang membagikan video viral itu di Twitter.

Akibat viralnya video itu, Pemerintah Kongo kemudian mengumumkan larangan aktivitas penambangan, setelah terjadinya demam emas di provinsi Kivu Selatan yang menarik ribuan penggali ke lokasi tersebut.

Pejabat Pertambangan Kivu Selatan, Venant Burume Muhigirwa mengkonfirmasi bahwa penemuan bijih kaya emas di wilayah Luhihi pada akhir Februari lalu telah menyebabkan demam emas, sehingga memberi tekanan pada desa kecil yang terletak 50 kilometer dari ibu kota provinsi, Bukavu.

Pada Senin (8/3) pemerintah menghentikan semua kegiatan penambangan di dalam dan sekitar desa. Para penambang, pedagang, dan anggota angkatan bersenjata Republik Kongo (FARDC) diminta untuk meninggalkan lokasi tambang sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Penambangan subsisten - mengekstraksi mineral dengan peralatan yang belum sempurna - adalah hal yang umum di seluruh Republik Demokratik Kongo, dan penambangan emas "artisanal" tersebar luas di bagian timur dan timur laut negara penghasil emas itu.

Simak juga video saat 'Tambang Emas di Kongo Longsor, 50 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2