Pembebasan 11 Aktivis Hong Kong yang Dituduh Terlibat Subversi Ditunda

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 17:45 WIB
Hong Kong jerat 47 aktivis dengan pasal subversi, langkah aparat dinilai sangat mencemaskan
Hong Kong tunda pembebasan 11 aktivis yang tersandung kasus subversi (Foto: BBC World)
Hong Kong -

Pengadilan Hong Kong menunda pembebasan 11 aktivis yang dituduh terlibat subversi atau menjatuhkan kekuasaan. Mereka akan tetap berada di penjara setidaknya 5 hari ke depan, sementara hakim mempertimbangkan apakah akan membebaskan mereka dengan jaminan.

Seperti dilansir Associated Press, Minggu (7/3/2021), pengadilan tinggi mengatakan kelompok itu, yang terdiri dari tiga mantan anggota parlemen, akan melakukan dengar pendapat pada Kamis (11/3) dan Sabtu (13/3). Pengadilan minggu ini setuju untuk membebaskan mereka tetapi jaksa penuntut mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Mereka termasuk di antara 47 aktivis pro-demokrasi yang didakwa berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan di Hong Kong tahun lalu oleh Partai Komunis yang berkuasa. Mereka ditangkap setelah kelompok oposisi mengadakan pemungutan suara tidak resmi pada tahun lalu untuk memilih kandidat untuk pemilihan Dewan Legislatif di wilayah itu.

Beberapa aktivis berencana, jika terpilih, untuk menolak RUU utama dalam upaya memaksa pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri. UU Keamanan Nasional memicu keluhan bahwa Beijing merusak 'otonomi tingkat tinggi' yang dijanjikan ketika bekas koloni Inggris itu kembali ke China pada tahun 1997 dan merusak statusnya sebagai pusat bisnis.

Orang yang dihukum karena subversi atau pelanggaran lain dapat menghadapi hukuman hingga seumur hidup di penjara.

Hong Kong memberikan jaminan untuk pelanggaran tanpa kekerasan tetapi undang-undang baru mengatakan jaminan tidak dapat diberikan kecuali hakim yakin bahwa terdakwa 'tidak akan terus melakukan tindakan yang membahayakan keamanan nasional'.

Pada hari Jumat (5/3), empat dari 47 orang yang didakwa dibebaskan dengan jaminan setelah jaksa menolak keputusan tersebut.

Kelompok yang akan hadir di pengadilan Kamis depan termasuk mantan anggota parlemen Helena Wong, Jeremy Tam dan Kwok Ka-ki. Sidang berikutnya untuk 47 terdakwa akan dilangsungkan pada 31 Mei mendatang.

(izt/haf)