Utusan AS Bertemu Taliban, Tegaskan Komitmen Perjanjian Doha

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 09:48 WIB
WASHINGTON, DC - SEPTEMBER 22: U.S. Special Envoy for Afghanistan Zalmay Khalilzad testifies during a hearing before a subcommittee of the House Committee on Oversight and Reform September 22, 2020 on Capitol Hill in Washington, DC. The Afghan government and Taliban are 10 days into talks aimed at ending two decades of war, though the sides remain far apart and the level of violence in the war-torn country is unacceptably high, according to Zhalilzad.   Alex Wong/Getty Images/AFP (Photo by ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Utusan Khusus AS untuk Afghanistan (Foto: Getty Images via AFP/ALEX WONG)
Doha - Utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad melakukan pertemuan dengan pihak Taliban di Qatar pada Sabtu (6/3). Pertemuan itu dilakukan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian terkait kekerasan yang kian meningkat dan tenggat waktu penarikan pasukan AS.

Seperti dilansir AFP, Minggu (7/3/2021) Zalmay Khalilzad bertemu dengan sejumlah pihak, di antaranya para pemimpin Afghanistan di Kabul, termasuk Presiden Ashraf Ghani, Abdullah Abdullah, Kepala Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional.

Juru bicara Taliban, Muhamad Naeem, men-tweet bahwa Khalilzad dan jenderal tertinggi AS di Afghanistan bertemu dengan tim perunding di Doha, termasuk pimpinan Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, Jumat (5/3) malam waktu setempat.

"Kedua belah pihak menyatakan komitmen mereka terhadap perjanjian Doha dan membahas implementasi penuhnya. Demikian pula, situasi Afghanistan saat ini dan kecepatan serta efektivitas negosiasi Intra-Afghanistan juga dibahas," tulisnya.

Banyak spekulasi muncul terkait masa depan keberadaan pasukan AS di Afghanistan, setelah Gedung Putih mengumumkan rencana untuk meninjau kembali kesepakatan penarikan yang ditengahi oleh Khalilzad dan Taliban di Doha tahun lalu.

Berdasarkan perjanjian itu, AS akan menarik diri dari Afghanistan pada Mei, tetapi gelombang pertempuran telah memicu kekhawatiran bahwa keluarnya AS dapat menimbulkan kekacauan yang lebih besar karena pembicaraan damai antara pemerintah Kabul dan Taliban terus stagnan.

Perjanjian tersebut menyatakan bahwa AS akan menarik semua pasukan dari Afghanistan, dengan Taliban berjanji untuk tidak mengizinkan wilayah tersebut digunakan oleh teroris - tujuan awal invasi AS setelah serangan 11 September 2001.

Kunjungan Khalilzad ke Qatar adalah yang pertama sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada Januari lalu. Biden memintanya untuk tetap di posnya.

Tonton juga Video: JK Diminta Turun Tangan di Konflik Afghanistan-Taliban

[Gambas:Video 20detik]



(izt/knv)