Lebih dari 85 Juta Dosis Vaksin Corona Telah Disuntikkan di AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 12:21 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
ilustrasi (Foto: AP/Oded Balilty)
Jakarta - Otoritas Amerika Serikat telah menyuntikkan 85.008.094 dosis vaksin COVID-19 pada warganya hingga Jumat (5/3) pagi waktu setempat. Demikian data terbaru yang disampaikan badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (6/3/2021), CDC juga menyatakan sebanyak 114.133.115 dosis vaksin COVID-19 telah didistribusikan ke seluruh wilayah negara tersebut.

CDC menyatakan penghitungan dosis vaksin itu mencakup untuk vaksin yang dikembangkan oleh Moderna dan Pfizer/BioNTech, yang telah diberikan hingga Jumat (5/3) pukul 6 pagi waktu setempat. Sejauh ini, AS mencatat jumlah vaksinasi COVID-19 terbanyak di dunia.

Sebelumnya, menurut penghitungan yang diposting pada 4 Maret, badan tersebut telah memberikan 82.572.848 dosis vaksin Corona, dan mendistribusikan 109.905.530 dosis.

Badan tersebut mengatakan 55.547.697 orang telah menerima satu dosis atau lebih, sementara 28.701.201 orang telah menerima dosis kedua hingga hari Jumat (5/3).

Ditambahkan CDC, sebanyak 7.306.425 dosis vaksin telah diberikan di fasilitas-fasilitas panti jompo.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memastikan persediaan vaksin Corona (COVID-19) akan cukup untuk setiap warga dewasa di AS hingga akhir Mei mendatang.

Biden berharap AS akan "kembali normal" tahun depan, dan bahkan berpotensi bisa terjadi lebih cepat.

Simak juga 'Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi Hingga Bulan Juni':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)