Kunjungi Irak, Paus Fransiskus Minta Kekerasan dan Ekstemisme Dihentikan

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 02:35 WIB
FILE - In this Nov. 22, 2020, file photo, Pope Francis incenses the altar as he celebrates Mass on the occasion of the Christ the King festivity, in St. Peters Basilica at the Vatican. China criticized Pope Francis on Tuesday over a passage in his new book in which he mentions suffering by China’s Uighur Muslim minority group. (Vincenzo Pinto/Pool Photo via AP, File)
Foto: Vincenzo Pinto/Pool Photo via AP, File
Baghdad -

Paus Fransiskus telah tiba di Irak dalam rangka kunjungan internasionalnya. saat tiba, Paus Fransiskus disambut langsung oleh Presiden Irak, Barham Salim.

Dilansir Reuters, Sabtu (6/3/2021), kunjungan Paus Fransiskus ke Irak ini merupakan kali pertama. Dalam kunjungan itu, Paus Fransiskus meminta agar kekerasan dan perselisihan agama segera diakhiri.

Menurutnya, Irak selama ini "telah menjadi martir selama bertahun-tahun". Pria berusia 84 tahun itu meminta agar bentrokan yang terjadi segera dihentikan.

"Semoga tindak kekerasan dan ekstremisme diakhir," kata Paus Fransiskus.

Dalam kesempatan itu, Barham Salim berterima kasih kepada Paus Fransiskus karena telah berkunjung ke Irak. Menurutnya, ada berbagai saran agar Paus Fransiskus tidak berkunjung ke negaranya karena saat ini pandemi COVID-19 masih ada.

Selama di Irak, Paus Fransiskus menggunakan kendaraan anti peluru. Paus Fransiskus juga mengunjungi gereja di Baghdad yang menjadi tempat pembunuhan oleh kelompok bersenjata pada 2010 lalu.

(man/man)