1 Kontraktor Sipil Tewas Usai Rentetan Roket Hantam Pangkalan AS di Irak

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 16:59 WIB
In this Nov. 8, 2017, file photo, U.S. Marines are stationed in Ain al-Asad air base in Iraq. Iran struck back at the United States for the killing of a top Iranian general early Wednesday, Jan. 8, 2020, firing a series of ballistic missiles at Iraqi bases housing U.S. troops in a major escalation that brought the two longtime foes closer to war. (AP Photo/Khalid Mohammed, File)
Ilustrasi -- Pangkalan udara Ain al-Asad di Irak yang menjadi markas tentara AS (AP Photo/Khalid Mohammed, File)
Baghdad - Sedikitnya satu orang yang merupakan seorang kontraktor sipil tewas setelah belasan roket menghantam pangkalan militer di Irak bagian barat, yang menjadi markas tentara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP, Rabu (3/3/2021), pangkalan udara Ain al-Asad di Provinsi Anbar yang dilanda serangan roket ini menjadi markas bagi pasukan militer Irak dan pasukan koalisi pimpinan AS dalam memerangi kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), serta koalisi drone tanpa awak yang memantau sel tidur militan.

Juru bicara koalisi pimpinan AS, Kolonel Wayne Marotto, mengonfirmasi ada 10 roket yang mengenai pangkalan militer itu pada Rabu (3/3), sekitar pukul 07.20 waktu setempat. Sementara pejabat Komando Operasi Baghdad menuturkan kepada Reuters bahwa ada sekitar 13 roket yang diluncurkan dari sebuah lokasi berjarak 8 kilometer dari pangkalan militer itu.

Dalam pernyataan terpisah, pasukan keamanan Irak menuturkan pihaknya menemukan platform yang menjadi lokasi roket-roket itu diluncurkan. Mereka menyebut roket-roket itu merupakan jenis roket tipe Grad. Sedangkan sumber keamanan negara Barat menuturkan kepada AFP bahwa roket-roket itu merupakan model Arash buatan Iran, yang merupakan roket artileri kaliber 122 mm dan lebih berat dari yang digunakan dalam serangan serupa.

"Satu kontraktor sipil meninggal dunia akibat serangan jantung saat serangan terjadi," tutur seorang sumber keamanan level tinggi setempat, yang enggan disebut namanya, kepada AFP.

Identitas dan asal kewarganegaraan kontraktor itu tidak disebut lebih lanjut.

Kematian ini menjadi kematian ketiga dalam serangan roket di Irak beberapa pekan terakhir, setelah serangan roket yang menargetkan tentara AS di wilayah Arbil menewaskan dua orang.

Belum ada kelompok maupun pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket ini. Namun diketahui bahwa dalam serangan roket sebelumnya pada pertengahan Februari lalu, AS menanggap milisi Irak yang didukung Iran, Kataeb Hezbollah, bertanggung jawab dan menyerang posisi mereka di Suriah.

Lihat juga Video: Tentara AS di Irak Diserang Roket

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/tor)