Sempat Berselisih, Erdogan Kini Ajak Macron Kerja Sama Perangi Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 14:29 WIB
Erdogan, Macron dan kontroversi kartun Nabi Muhammad: Turki serukan boikot produk Prancis
Recep Tayyip Erdogan dan Emmanuel Macron berbicara via video call pada pekan ini, yang merupakan pertama kalinya sejak September tahun lalu (dok. BBC World)
Ankara -

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berbicara via panggilan video dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, untuk pertama kalinya sejak September tahun lalu. Sempat berselisih, Erdogan kini mengajak Macron bekerja sama dalam memerangi terorisme.

Seperti dilansir AFP, Rabu (3/3/2021), percakapan via video call antara Erdogan dan Macron ini dilakukan pada Selasa (2/3) waktu setempat, saat Turki dan Prancis berupaya meredakan ketegangan di antara keduanya. Percakapan ini menjadi yang pertama bagi keduanya sejak September 2020.

Kedua pemimpin diketahui berselisih dalam berbagai isu, termasuk konflik di Suriah dan Libya, juga di Mediterania Timur. Beberapa waktu lalu, Erdogan bahkan berulang kali menyarankan Macron untuk menjalani 'pemeriksaan kejiwaan' dan sempat mendorong warga Turki untuk memboikot produk-produk Prancis.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, Erdogan berupaya meredakan ketegangan dengan Uni Eropa di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi negaranya.

Pada Selasa (2/3) waktu setempat, Erdogan menekankan bahwa 'persahabatan' Turki dan Prancis telah 'menghadapi banyak rintangan' sejak abad ke-16 selama kepemimpinan Raja Prancis, Francis I dan kekaisaran Ottoman di bawah Sultan Suleiman Agung.

Menurut pernyataan yang dirilis kantor Kepresidenan Turki, dalam percakapan video call itu Erdogan menuturkan kepada Macron bahwa negara mereka 'bisa berkontribusi secara signifikan bagi stabilitas dan perdamaian' di Eropa, Kaukasus, Timur Tengah dan Afrika.

"Ada juga langkah-langkah yang bisa kita ambil bersama... melawan organisasi teroris," cetus Erdogan kepada Macron, seperti disampaikan kantor Kepresidenan Turki.

"Turki ingin bekerja sama dengan Prancis dalam semua bidang ini," imbuhnya, sembari menyebut kolaborasi Turki-Prancis memiliki 'potensi besar'.

(nvc/tor)