Biden Pastikan Pasokan Vaksin Corona Cukup untuk Semua Warga AS hingga Mei

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 12:12 WIB
FILE - This September 2020 photo provided by Johnson & Johnson shows a single-dose COVID-19 vaccine being developed by the company. A late-stage study of Johnson & Johnson’s COVID-19 vaccine candidate has been paused while the company investigates whether a study participant’s “unexplained illness” is related to the shot, the company announced Monday, Oct. 12, 2020. (Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP, File)
Ilustrasi Vaksin J&J (Foto: Cheryl Gerber/Courtesy of Johnson & Johnson via AP, File)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memastikan persediaan vaksin Corona (COVID-19) akan cukup untuk setiap warga dewasa di AS hingga akhir Mei mendatang. Hal itu diungkapkan Biden setelah merek Merck & Co setuju untuk ikut memproduksi vaksin Johnson & Johnson (J&J), rivalnya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (3/3/2021), menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), kemitraan antara pembuat vaksin serta langkah lain yang diambil pemerintah untuk membantu J&J, akan memungkinkan perusahaan untuk mempercepat pengiriman 100 juta dosis vaksin dalam waktu satu bulan.

"Salah satu hal yang saya pelajari ketika saya mulai menjabat adalah bahwa Johnson & Johnson tertinggal dalam bidang manufaktur dan produksi," kata Biden. "Oleh karena itu, tim saya telah bekerja keras untuk mempercepat upaya itu."

Biden mengatakan pemerintah AS telah menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk membantu melengkapi dua pabrik Merck untuk membuat vaksin J&J.

Biden juga mengatakan pabrik yang sudah membuat vaksin J&J akan meningkatkan produksinya, dengan melakukan produksi 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

HHS mengatakan tindakan tersebut akan membantu kemampuan produksi J&J untuk memproduksi vaksin dan meningkatkan kapasitas fill-finish, saat cairan vaksin dimasukkan ke dalam botol dan siap untuk dikirimkan.

"Kita berharap pengaturan manufaktur ini akan meningkatkan kapasitas produksi kita sehingga kita dapat memasok melebihi komitmen kita saat ini," sebut pihak J&J dalam sebuah pernyataan.

Biden berharap AS akan "kembali normal" tahun depan, dan bahkan berpotensi bisa terjadi lebih cepat.

Simak video 'Biden Berharap AS Kembali Normal Tahun Depan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2