Dubes dan Perwakilan Junta Militer Saling Klaim Kursi Myanmar di Forum PBB

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 10:10 WIB
Dubes Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun
Dubes Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun (Foto: UNTV via AP)

Dalam konferensi pers, juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan badan tersebut telah menerima dua surat "kontradiktif".

"Kami sedang memeriksa surat-surat itu, dari mana asalnya dan apa yang akan kami lakukan," katanya.

Amerika Serikat (AS) mendukung Kyaw Moe Tun dan memuji "keberaniannya". Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan "kami memahami bahwa perwakilan tetap akan di posisinya."

"Kami akan terus menentang kudeta militer dan kami akan terus mendukung pemulihan pemerintah sipil yang dipilih secara demokratis di Burma (Myamar)," kata juru bicara AS.

Komite akreditasi dan protokol PBB akan menyelidiki masalah ini dan kemudian merujuknya ke Majelis Umum.

Dujarric mengatakan bahwa utusan PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, yang saat ini berada di Swiss, "melanjutkan pembicaraannya dengan berbagai pihak mengenai situasi saat ini."

Pada hari Jumat (26/2), Burgener mengatakan bahwa "penting bagi komunitas internasional untuk tidak memberikan legitimasi atau pengakuan kepada rezim ini," dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendesak Myanmar untuk kembali ke demokrasi.

Halaman

(izt/nvc)