Bentrok, Pendemo Antikudeta di Myanmar yang Tewas Jadi 8 Orang

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 04:41 WIB
Police run to disperse protesters as they crack down on demonstrations against the military coup in Yangon on February 27, 2021. (Photo by Sai Aung Main / AFP)
Petugas keamanan Myanmar saat membubarkan massa demonstran (Foto: AFP/SAI AUNG MAIN)
Naypyidaw - Pasukan keamanan Myanmar melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa antikudeta. Sedikitnya, 8 orang tewas.

Dilansir AFP, PBB mengutuk keras aksi mematikan itu. PBB meminta militer menghentikan aksi kekerasan tersebut.

"Kami mengutuk keras kekerasan yang meningkat terhadap protes di Myanmar dan menyerukan kepada militer untuk segera menghentikan penggunaan kekuatan terhadap pengunjuk rasa damai," kata juru bicara bidang hak asasi manusia PBB, Ravina Shamdasani, Senin (1/3/2021).

Seorang petugas medis, Pyae Zaw Hein, mengatakan tiga demonstran ditembak mati dengan peluru tajam di Dawei. Sementara beberapa lainnya terluka karena peluru karet.

"Lebih banyak orang yang terluka terus berdatangan," katanya kepada AFP.

Protesters hold images of ousted leader Aung San Suu Kyi during an anti-coup protest in Mandalay, Myanmar, Sunday, Feb. 21, 2021. Police in Myanmar shot dead a few anti-coup protesters and injured several others on Saturday, as security forces increased pressure on popular revolt against the military takeover. (AP Photo)Unjuk rasa antikudeta di Myanmar (Foto: AP Photo)

Dua remaja lainnya ditembak mati di Bago. Sopir ambulans, Than Lwin Oo, mengatakan kepada AFP bahwa ia telah mengevakuasi jenazah remaja-remaja tersebut ke kamar mayat di rumah sakit utama Bago.

Informasi lainnya menyebut pria berusia 23 tahun tewas ditembak. Pria tersebut meninggalkan seorang istri yang tengah hamil 3 bulan.

"Istrinya sedih," kata seorang pekerja sosial, Win Ko.

Hundreds of anti-coup protesters march in Yangon, Myanmar, Thursday, Feb. 25, 2021. Social media giant Facebook announced Thursday it was banning all accounts linked to Myanmar's military as well as ads from military-controlled companies in the wake of the army's seizure of power on Feb. 1. (AP Photo)Demo antikudeta di Myanmar (Foto: AP Photo)

Sementara itu di Mandalay, seorang dokter darurat mengatakan kepada AFP bahwa dua pria tewas karena luka tembak.

Pengunjuk rasa terus menekan petugas keamanan. Demonstran membawa perisai sendiri untuk menahan peluru karet polisi. Polisi terus menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Seorang jurnalis yang mendokumentasikan serangan yang dilakukan aparat, dipukuli. Menurut laporan The 74 Media, jurnalis tersebut ditahan oleh petugas keamanan setempat.

Sementara jurnalis lainnya ditembak dengan peluru karet saat meliput aksi protes di Kota Pyay.

Kelompok pemantau Asosiasi bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP) memperkirakan lebih dari 850 orang telah ditangkap, didakwa atau dijatuhi hukuman sejak kudeta 1 Februari lalu.

Kekerasan selama akhir pekan ini diperkirakan meningkatkan jumlah penangkapan. Sebuah surat kabar lokal melaporkan per Sabtu (27/2), ada 479 penangkapan yang dilakukan.

Simak video 'Demo di Myanmar Memanas, Korban Berjatuhan':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)