Iran Sebut Serangan Udara AS di Suriah Dorong Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 18:30 WIB
bendera iran as
Ilustrasi (dok. Getty Images/AFP)

"Pemerintahan baru AS mengarah pada konflik militer adan semakin mendestabilisasi kawasan," imbuhnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut serangan udara AS di wilayah itu sebagai 'serangan pengecut'.

"Suriah mengecam keras serangan pengecut AS di are-area di Deir al-Zor dekat perbatasan Suriah-Irak. Mereka (pemerintahan Presiden Joe Biden) seharusnya berpegang pada legitimasi internasional, bukan hukum rimba seperti pemerintahan sebelumnya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah.

Juru bicara Pentagon, John Kirby, sebelumnya menyebut dua jet tempur F-15E 'Strike Eagles' menembakkan tujuh amunisi yang ditargetkan pada fasilitas-fasilitas di Suriah bagian timur, yang digunakan dua milisi pro-Iran itu yang diyakini mendalangi rentetan serangan roket terhadap tentara AS di Irak beberapa waktu lalu.

Diketahui bahwa salah satu serangan roket itu mengenai kompleks militer di Arbil, wilayah Kurdi, pada 15 Februari lalu. Satu warga sipil dan seorang kontraktor asing yang bekerja dengan pasukan koalisi pimpinan AS tewas. Beberapa kontraktor dan seorang tentara AS luka-luka akibat serangan itu.

Kirby menyebut bahwa sembilan 'fasilitas' yang digunakan milisi pro-Iran di Suriah 'hancur total' dan dua fasilitas lainnya 'hancur sebagian'.

Halaman

(nvc/idh)