Joe Biden Telepon Raja Salman, Singgung soal HAM-Supremasi Hukum

Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 06:28 WIB
FILE - In this photo released by Saudi Press Agency, SPA, Saudi King Salman, chairs a video call of world leaders from the Group of 20 and other international bodies and organizations, from his office in Riyadh, Saudi Arabia, on March 26, 2020. Saudi King Salman is expected to speak Wednesday, Nov. 11, 2020, in an annual (virtual) address he gives to the nation about policy priorities for the coming year. (Saudi Press Agency via AP)
Foto: Saudi Press Agency via AP
Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden akhirnya menghubungi Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. Lalu, apa yang dibahas?

Dilansir AFP, Jumat (26/2/2021), kedua pemimpin negara itu membahas mengenai hak asasi manusia (HAM). Selain itu, Amerika Serikat juga berkomitmen membantu Arab Saudi dalam menghadapi serangan dari kelompok pendukung Iran.

"Komitmen AS untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayahnya saat menghadapi serangan dari kelompok-kelompok yang berpihak pada Iran," kata sebuah pernyataan.

Dalam pernyataan itu juga, Joe Biden menegaskan Amerika Serikat selalu menempatkan HAM secara universal. Perbincangan antara Joe Biden dan Raja Salman juga turut membahas mengenai supremasi hukum.

"Menegaskan pentingnya Amerika Serikat menempatkan hak asasi manusia universal dan supremasi hukum," katanya.

Sebelumnya, Gedung Putih menegaskan Joe Biden, akan menghubungi Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, dalam kontak pertamanya dengan Saudi.

Penegasan itu menekankan bahwa kontak pertama Biden sebagai Presiden AS tidak akan dilakukan dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), meskipun dia merupakan pemimpin de-facto Saudi saat ini. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (17/2/2021).

Biden menggunakan diplomasi telepon untuk menggarisbawahi pemisahan dengan kebijakan Timur Tengah era mantan Presiden Donald Trump.

Meskipun Biden telah menjalin kontak dengan sekutu-sekutu AS di berbagai belahan dunia, dia dengan tegas membuat pemimpin Israel dan Saudi menunggu telepon pertamanya.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, menyatakan bahwa ketika Biden nantinya melakukan kontak pertama dengan Saudi, bukan MBS yang akan dihubunginya. Diketahui bahwa MBS memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemerintahan AS sebelumnya di bawah Trump.

"Kami telah menjelaskan sejak awal bahwa kami akan mengkalibrasi ulang hubungan kita dengan Arab Saudi," cetus Psaki.

"Bagian dari itu kembali ke keterlibatan mitra-ke-mitra," imbuhnya.

"Mitra Presiden adalah Raja Salman," tegas Psaki dalam pernyataannya.

Simak juga video 'Menanti Laporan Intelijen AS soal Kematian Jamal Khashoggi':

[Gambas:Video 20detik]



(man/knv)