Dua Tentara Kolombia Meninggal, Diduga Diserang Pemberontak

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 04:17 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Dua tentara Kolombia tewas saat serangan kelompok pemberontak. Serangan tersebut menggunakan bahan peledak.

Dilansir dari AFP, Kamis (25/2/2021), serangan tersebut terjadi pada Rabu (24/2) waktu setempat. Kejadian itu menewaskan dua tentara dan 11 lainnya mengalami luka-luka.

Tentara itu sedang berjalan dengan kendaraan di dekat perbatasan Venezuela. Menurut pengakuan tentara, dalam sebuah pernyataan, disebut pelaku menabrakkan peledak rakitan.

jenderal angkatan darat Eduardo Zapateiro, dalam akun twitternya, mengutuk serangan tersebut. "Tindakan teroris yang secara mencolok melanggar hukum humaniter internasional," kata Zapateiro.

Serangan itu, diduga dilakukan oleh gerilyawan Pembebasan Nasional (ELN). Sampai saat ini, ELN belum berkomentar.


Menteri Pertahanan Kolombia, Diego Molano berjanji untuk mengambil tindakan terhadap para penyerang.

"Kami tidak akan beristirahat sampai kami menetralisirnya," tulisnya di Twitter.

ELN adalah kelompok pemberontak aktif terakhir yang beroperasi di Kolombia dan sejak perjanjian damai bersejarah tahun 2016 yang mengakhiri setengah abad pertempuran bersenjata oleh kelompok Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang jauh lebih besar.

Komando tinggi militer Kolombia menuduh pemerintah Venezuela menyediakan tempat berlindung yang aman bagi gerilyawan ELN yang kemudian melintasi perbatasan untuk melakukan serangan.

Lihat juga video 'Viral Warga Tewas Disetrum Polisi, Kolombia Rusuh':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)