Round Up

Demo Kembali Muncul di Sri Lanka Gegara Kremasi Jenazah Corona

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 20:08 WIB
Sri Lanka is in the grip of a coronavirus surge, approving the emergency use of the vaccine developed by AstraZeneca and Oxford University on Friday (Ishara S. KODIKARA AFP/File)
Sri Lanka hadapi pandemi COVID-19 (Foto: Ishara S. KODIKARA AFP/File)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada risiko penyebaran virus jika korban Corona dikubur. Pihak WHO memperbolehkan untuk penguburan ataupun kremasi.

Dalam aturan Islam, umatnya diperintahkan untuk menguburkan jenazah menghadap Mekah. Berbeda dengan mayoritas umat Buddha dan Hindu di Sri Lanka, yang merupakan pendukung kuat pemerintah saat ini, biasanya dikremasi.

Pada bulan Desember tahun lalu, pihak berwenang Sri Lanka memerintahkan kremasi paksa terhadap 19 korban COVID-19 dari minoritas Muslim, termasuk seorang bayi, setelah keluarga mereka menolak untuk membawa jasad mereka dari kamar mayat rumah sakit.

Kremasi memicu kekecewaan dan kemarahan di antara komunitas Muslim, di dalam dan luar negeri, dengan 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) berulang kali menyatakan keprihatinan.

Para pemimpin komunitas Muslim di Sri Lanka mengatakan bahwa setengah dari 450 korban meninggal karena COVID-19 adalah Muslim.

Jumlah kematian akibat COVID-19 dari minoritas Muslim cukup tinggi lantaran mereka tidak melakukan pengobatan dan takut akan dikremasi jika terinfeksi Corona.

Halaman

(izt/ita)