Filipina Tawarkan Tukar Perawat dengan Vaksin Corona Inggris-Jerman

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 11:32 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Ilustrasi (Foto: AP/Alastair Grant)
Manila -

Pemerintah Filipina mengizinkan ribuan petugas medis, sebagian besar perawat, bekerja di Inggris dan Jerman jika kedua negara itu setuju untuk menyumbangkan vaksin COVID-19.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (24/2/2021), Kementerian Kesehatan Inggris mengatakan tidak tertarik dengan kesepakatan semacam itu. Inggris saat ini memprioritaskan vaksin Corona untuk di dalam negeri, tapi akan berbagi kelebihan vaksin secara internasional di masa depan.

Filipina, salah satu negara yang memiliki jumlah kasus infeksi virus Corona tertinggi di Asia, telah melonggarkan larangan penempatan petugas kesehatannya di luar negeri. Sebelumnya, Filipina membatasi jumlah petugas medis menjadi 5.000 orang per tahun.

Direktur Biro Urusan Internasional Kementerian Tenaga Kerja, Alice Visperas, mengatakan Filipina terbuka untuk mencabut batasan tersebut dengan imbalan vaksin Corona dari Inggris dan Jerman. Vaksin itu rencananya akan digunakan untuk para pekerja dan ratusan ribu warga Filipina yang dipulangkan.

Perawat, termasuk di antara jutaan orang Filipina yang bekerja di luar negeri, memberikan kontribusi besar bagi perekonomian negara.

"Kami sedang mempertimbangkan permintaan untuk mencabut pembatasan tenaga medis, sesuai kesepakatan," kata Visperas kepada Reuters.

Inggris memiliki jumlah kematian akibat virus Corona tertinggi kelima di dunia, sementara Jerman memiliki infeksi terbanyak ke-10 secara global.

Inggris mengatakan ada lebih banyak 11.000 perawat yang bekerja di Layanan Kesehatan Nasional (NHS) dibandingkan tahun lalu. Dikatakan meski Inggris kini bersyukur atas 30.000 orang Filipina yang bekerja untuk NHS, negara itu merasa tidak perlu memperdagangkan vaksin.

"Inggris tidak memiliki rencana untuk menyetujui kesepakatan vaksin dengan Filipina terkait dengan perekrutan perawat lebih lanjut," kata seorang juru bicara Kementerian Kesehatan, seraya mengutip janji Perdana Menteri Boris Johnson untuk berbagi vaksin cadangan di akhir tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2