Thailand Mulai Vaksinasi Pakai Sinovac, PM Bakal Disuntik Pertama

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 15:21 WIB
Thailands Prime Minister Prayuth Chan-ocha listens to a question from a journalist after a ceremony to mark the National Anti Human Trafficking Day at Government House in Bangkok, Thailand, June 5, 2015.   REUTERS/Athit Perawongmetha
Prayuth Chan-O-Cha (dok. Athit Perawongmetha/REUTERS)
Bangkok -

Otoritas Thailand telah memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Sinovac Biotech dari China sehingga membuka jalan bagi pelaksanaan vaksinasi Corona pertama di negara ini. Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-O-Cha menyatakan siap menjadi yang pertama disuntik.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/2/2021), Otoritas Makanan dan Obat-obatan (FDA) Thailand memberikan izin penggunaan darurat itu pada Senin (22/2) waktu setempat, atau beberapa hari sebelum Thailand menerima pasokan 200 ribu dosis vaksin Sinovac, atau yang disebut juga CoronaVac.

Pengiriman itu menjadi pasokan pertama, dari total 2 juta dosis vaksin Sinovac, yang akan diterima Thailand. Rencananya, otoritas Thailand akan memvaksinasi tenaga kesehatan sebagai prioritas utama.

"FDA telah mendaftarkan vaksin COVID-19 buatan Sinovac untuk penggunaan darurat bersyarat, efektif mulai 22 Februari," sebut Wakil Sekretaris Jenderal FDA Thailand, Surachok Tangwiwat, kepada Reuters.

Sementara itu, dalam pernyataan pada Senin (22/2) waktu setempat, Prayuth menuturkan dirinya akan langsung menerima suntikan vaksin Sinovac begitu pasokannya tiba di Thailand, yang diperkirakan pada Rabu (24/2) waktu setempat.

Meskipun otoritas kesehatan Thailand membatasi penggunaan vaksin untuk mereka yang berusia di bawah 60 tahun, Prayuth yang berusia 66 tahun menyatakan siap menerima dosis pertamanya.

"Saya siap untuk vaksinasi," tegas Prayuth dalam pernyataannya seperti dilansir Bangkok Post.

Selanjutnya
Halaman
1 2