ISIS Klaim Bunuh 4 Tentara Tunisia dan Penggal 'Mata-mata'

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 16:22 WIB
ilustrasi anak ISIS
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Tunis - Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan empat tentara Tunisia pada awal bulan ini. Satu orang lainnya yang disebut sebagai 'mata-mata' tewas dipenggal secara terpisah oleh ISIS.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/2/2021), klaim ISIS itu dilaporkan oleh kelompok pemantau militan, SITE Intelligence Group, dalam pernyataan pada Kamis (18/2) waktu setempat. SITE Intelligence Group menyebut keempat tentara Tunisia tewas dalam tiga ledakan yang dipicu militan ISIS di dekat Gunung Mghila pada 3 Februari lalu.

Kementerian Pertahanan Tunisia dalam pernyataannya pada saat itu menyebut 'unit militer yang bertugas melakukan operasi penyisiran di Gunung Mghila mencari elemen teroris, terbunuh oleh (ledakan) ranjau'.

Gunung Mghila yang terletak dekat perbatasan Aljazair, berdekatan dengan Gunung Chaambi yang diyakini menjadi tempat persembunyian militan itu.

Perdana Menteri Tunisia, Hichem Mechichi, menegaskan insiden itu 'tidak akan menghentikan kita dalam upaya memerangi dan mengalahkan terorisme'.

Dalam pernyataan via surat kabar digitalnya, Al-Naba, ISIS juga mengklaim telah mengeksekusi seseorang yang disebut sebagai mata-mata militer pada 20 Desember tahun lalu. Eksekusi mati dilakukan di Gunung Selloum, wilayah Kasserine, Tunisia bagian tengah.

Otoritas Tunisia pada saat itu menyebut korban bernama Oqba al-Dhibi dan berusia 20 tahun. Radio lokal menyebut korban merupakan penggembala yang sedang menggembalakan ternaknya saat diserang. SITE Intelligence Group menyebut korban tewas dipenggal oleh ISIS.

Tunisia diketahui mengalami lonjakan tindak kekerasan militan sejak Presiden Zine El Abidine Ben Ali dilengserkan dalam revolusi tahun 2011 lalu. Sejak saat itu, puluhan anggota pasukan keamanan Tunisia tewas dalam serangan militan di berbagai wilayah.

Militer Tunisia memerangi militan di area Kasserine sejak tahun 2012. Kawasan pegunungan di Tunisia bagian tengah disebut menjadi persembunyian bagi cabang lokal kelompok militan Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM). (nvc/ita)