Polisi Brasil Selidiki Vaksinasi Corona Palsu pada Lansia

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 16:00 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 08: General manager of Covid Recovery, Becky Board, administers the first Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine in London to patient George Dyer, 90, at Croydon University Hospital, at the start of the largest ever immunisation programme in the UKs history on December 8, 2020 in London, United Kingdom. More than 50 hospitals across England were designated as covid-19 vaccine hubs, the first stage of what will be a lengthy vaccination campaign. NHS staff, over-80s, and care home residents will be among the first to receive the Pfizer/BioNTech vaccine, which recently received emergency approval from the countrys health authorities. (Photo by Dan Charity - Pool/Getty Images)
Ilustrasi (dok. Dan Charity-Pool/Getty Images)
Rio de Janeiro -

Kepolisian Rio de Janeiro di Brasil tengah menyelidiki laporan penyelewengan dosis vaksin virus Corona (COVID-19). Penyelidikan dilakukan setelah beberapa foto yang beredar menunjukkan tenaga kesehatan menyuntikkan jarum suntik kosong kepada warga lanjut usia (lansia) saat program vaksinasi Corona.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (18/2/2021), kasus ini dijuluki media lokasi sebagai 'suntikan udara', karena para tenaga kesehatan melakukan vaksinasi palsu dengan jarum suntik kosong tanpa diisi dosis cairan vaksin Corona.

Setidaknya tiga kasus 'suntikan udara' dilaporkan di wilayah Rio de Janeiro. Tidak disebutkan kapan kasus itu terjadi.

Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan para tenaga kesehatan tenaga kesehatan menancapkan jarum suntik ke lengan orang-orang namun tidak menyuntikkan dosis vaksin. Jarum suntik yang digunakan dalam keadaan kosong atau sudah ditekan (fully compressed).

Kepolisian setempat meminta pemerintahan lokal dan otoritas kesehatan untuk membantu memahami apa yang terjadi pada dosis-dosis vaksin Corona yang mungkin telah diselewengkan itu, yang seharusnya diberikan pada kelompok berisiko tinggi.

Dewan perawat wilayah Rio de Janerio, Coren-RJ, dalam pernyataannya menegaskan para personel yang terlibat kasus itu telah diberhentikan.

Sementara warga lansia yang menerima 'suntikan udara' itu telah disuntik vaksin Corona sungguhan.

Ditegaskan otoritas setempat bahwa jika polisi mendapati ada vaksin Corona yang diselewengkan, maka orang-orang yang terlibat bisa diadili atas dakwaan penggelapan, yang memiliki ancaman hukuman maksimum 12 tahun penjara.

(nvc/ita)