Serangan Houthi Berisiko Picu Krisis Kemanusiaan Baru di Yaman

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 12:06 WIB
Operasi militer pimpinan Arab Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman telah terjadi lebih dari enam tahun terakhir.
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Sanaa -

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah Yaman memperingatkan bahwa serangan pemberontak Houthi di pusat kota Marib bisa memicu krisis kemanusiaan baru. Serangan Houthi disebut menyebabkan lebih dari 750.000 orang telantar.

Seperti dilansir Arab News, Rabu (17/2/2021), Wakil Sekjen PBB Urusan Kemanusiaan dan Pemulihan Situasi Darurat, Mark Lowcock, memperingatkan dampak serangan di Marib terhadap orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran di kampung halaman mereka.

"Serangan di kota itu akan membahayakan 2 juta warga sipil, dengan ratusan ribu lainnya kemungkinan terpaksa melarikan diri - dengan konsekuensi kemanusiaan yang tak terbayangkan. Sekarang adalah saat untuk menurunkan ketegangan, bukan untuk menambah penderitaan rakyat Yaman," katanya melalui Twitter pada Selasa (16/2), tanpa menyebut langsung nama Houthi.

Awal bulan ini, Houthi melanjutkan serangan besar-besaran di Marib. Serangan itu memaksa ratusan orang yang tinggal di kamp pengungsian dekat medan pertempuran melarikan diri ke tempat penampungan lain.

Pejabat pemerintah Yaman dan pekerja bantuan kemanusiaan mengatakan serangan Houthi telah memicu gelombang baru pengungsian dari daerah Serwah Marib ketika pemberontak berusaha untuk mematahkan pertahanan pemerintah.

"Saya melihat hari ini empat keluarga berdesakan dalam satu mobil dan melarikan diri dari pertempuran di Al-Zor di Serwah," kata Yahiya Hussein, seorang pekerja lokal di Marib.

"Lusinan keluarga masih menuju ke kamp-kamp Marib yang penuh sesak untuk menghindari pertempuran," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2