Jepang Resmi Setujui Vaksin Pfizer untuk Program Vaksinasi COVID-19

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 18:26 WIB
Malaysia Berharap Pengiriman Vaksin BioNTech-Pfizer dari Eropa Sesuai Rencana
Ilustrasi (Foto: DW News)
Tokyo -

Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan secara resmi akan menyetujui vaksin Pfizer Inc pada Minggu (14/2). Persetujuan pertama di negara itu dilakukan untuk melawan gelombang ketiga virus corona dan mempersiapkan diri menjelang Olimpiade Juli mendatang.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (17/2/2021) langkah ini dilakukan usai panel pemerintah merekomendasikan persetujuan setelah kedatangan vaksin Pfizer di Bandara Narita, Jepang, Jumat lalu (12/2).

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan vaksinasi akan dimulai dari pertengahan minggu depan, diawali dengan sekitar 10.000 petugas kesehatan. Pemerintah berharap dapat mengamankan pasokan yang cukup untuk seluruh penduduk - sekitar 126 juta orang - pada pertengahan tahun.

Media setempat melaporkan vaksin tahap pertama tiba di Bandara Internasional Narita, Tokyo, di tengah kekhawatiran tentang pasokan vaksin.

Komisi Eropa mengatakan pada hari Kamis (11/2) bahwa sejauh ini telah menyetujui semua permintaan untuk ekspor vaksin COVID-19, termasuk ke Jepang, untuk memantau pengiriman vaksin sejak 30 Januari lalu.

Pfizer mengajukan permohonan persetujuan Jepang pada bulan Desember untuk vaksin COVID-19, di mana Amerika Serikat, Singapura, dan bagian lain dunia sudah memberikan persetujuan.

Pemerintah Jepang akan membeli 144 juta dosis untuk menginokulasi 72 juta penduduknya, dari vaksin yang dibuat oleh buatan AS dan mitra Jerman BioNTech. Jepang juga memiliki kesepakatan vaksin dengan AstraZeneca Plc, Moderna Inc, dan Novavax Inc.

Sebagian besar Jepang masih dalam keadaan darurat setelah gelombang ketiga dan paling mematikan melanda negara itu di akhir tahun lalu. Kasus dan kematian cenderung lebih rendah dalam beberapa minggu terakhir dan Tokyo mencatat hampir 400 kasus di ibu kota pada hari Minggu.

Jepang sejauh ini mencatat sekitar 410.000 kasus virus corona secara nasional dan 6.772 kematian. Olimpiade akan dimulai pada 23 Juli mendatang.



(izt/dhn)