Korea Selatan Setujui Vaksin AstraZeneca untuk Vaksinasi Pertamanya

Korea Selatan Setujui Vaksin AstraZeneca untuk Vaksinasi Pertamanya

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 14:27 WIB
Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Vaksin AstraZeneca (Foto: DW News)
Seoul -

Korea Selatan (Korsel) menyetujui vaksin AstraZeneca sebagai bagian dari program vaksinasi pertama di negara itu. Vaksin tersebut juga akan diizinkan penggunaannya pada orang-orang berusia 65 tahun atau lebih, meskipun panel penasihat memperingatkan kurangnya data tentang kemanjurannya untuk lansia.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/2/2021) Wakil Menteri Kesehatan Korsel Kim Gang-lip mengatakan regulator akan memberikan izin penggunaan darurat vaksin AstraZeneca dengan syarat produsen harus menyerahkan hasil uji klinis lengkapnya.

"Namun, kami telah memberikan peringatan untuk lebih hati-hati mengambil keputusan untuk vaksinasi pada usia 65 tahun ke atas," kata Kim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah negara Eropa telah memperingatkan bahwa vaksinasi hanya boleh diberikan kepada mereka yang berusia 18 hingga 64 tahun, dan kekhawatiran semacam itu akan mengancam rencana Korea Selatan untuk memprioritaskan penduduk lanjut usia dan pekerja medis pada putaran pertama vaksinasi.

Pada hari Senin (8/2), otoritas Korsel berusaha meyakinkan warga lanjut usia setelah panel penasihat mendesak agar berhati-hati atas penggunaan vaksin AstraZeneca untuk orang yang berusia di atas 65 tahun karena kurangnya data.

ADVERTISEMENT

Pihak AstraZeneca dan kepala uji klinis untuk Universitas Oxford di Inggris, yang ikut mengembangkan vaksin, mengatakan vaksin itu memicu respons kekebalan yang baik pada orang tua.

Dosis vaksin yang disetujui untuk Korea Selatan diproduksi oleh SKbioscience, cabang pembuat obat dari SK Chemicals.

Lihat juga Video: BPOM Masih Tunggu Hasil Evaluasi Vaksin AstraZeneca

[Gambas:Video 20detik]



Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan vaksinasi akan dimulai pada 26 Februari mendatang dengan sekitar 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca untuk 750.000 orang. Program ini akan menginokulasi sekitar 10 juta orang berisiko tinggi pada Juli mendatang dan bertujuan untuk mencapai herd immunity pada November mendatang.

KDCA saat ini sedang meninjau kemanjuran vaksin AstraZeneca-Oxford pada varian virus baru Corona asal Inggris atau Afrika Selatan, setelah ketidakpastian atas perlindungan. Oxford mengatakan vaksinnya memiliki kemanjuran yang sama terhadap varian virus Corona Inggris seperti halnya varian yang beredar sebelumnya.

KDCA melaporkan 444 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa (9/2), sehingga jumlah total kasus infeksi Corona di Korsel menjadi 81.930 kasus, dengan 1.486 kematian.

Halaman 2 dari 2
(izt/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads