Di Tengah Pandemi Corona, Kerja Sama China-RI Masuki Babak Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 13:33 WIB
Dubes RRC untuk Indonesia Xiao Qian
Dubes China untuk Indonesia, Xiao Qian (dok. Mardi Rahmat/20 detik)
Jakarta -

Otoritas China dan Indonesia baru saja memperingati 70 tahun terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara. Hubungan yang terjalin antara kedua negara disebut telah memasuki babak baru, dengan China mendukung Indonesia untuk menjadi 'pusat produksi vaksin regional' di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti disampaikan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, dalam konferensi pers virtual pada Selasa (9/2/2021), hubungan kedua negara melalui tahun yang luar biasa sepanjang tahun 2020 lalu. Pemerintah dan rakyat kedua negara disebut saling membantu dan mendukung untuk mengatasi kesulitan bersama.

"Hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-Indonesia tidak terhenti justru mencapai perkembangan baru," cetus Dubes Xiao.

Disebutkan Dubes Xiao bahwa kepercayaan politik antara China dan Indonesia juga mencapai ketinggian baru. Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo diketahui saling berkomunikasi via telepon dan saling mengirim surat pada peringatan 70 tahun hubungan China-Indonesia.

"Mencapai konsensus penting tentang bersatu memerangi pandemi dan bekerja sama untuk membangun," sebut Dubes Xiao dalam pernyataannya.

Tidak hanya itu, kedua negara juga melakukan pertukaran tingkat tinggi yang semakin erat. Para Menteri dan jajaran pejabat tinggi kedua negara disebut telah melakukan kunjungan satu sama lain dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kunjungan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, ke Indonesia baru-baru ini.

Lebih lanjut, Dubes Xiao menyatakan bahwa China dan Indonesia juga saling membantu saat pandemi Corona merebak. Indonesia membantu pasokan medis saat China berjuang melawan pandemi, sedangkan China menawarkan bantuan medis dan berbagi pengalaman soal penanganan Corona kepada Indonesia.

"Dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang mendadak, pemerintah dan rakyat kedua negara bahu-membahu dan bergotong royong, dengan sepenuhnya mencerminkan persahabatan tradisional yaitu 'nasib terikat satu sama lainnya' dan 'berbagi suka dan duka'," cetusnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2