Serangan ISIS Tewaskan 26 Pejuang Pendukung Rezim Suriah

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 11:43 WIB
Australia Khawatir Resiko Serangan Teror Jika Pulangkan Perempuan ISIS
Kamp ISIS di Suriah (Foto: ABC Australia)
Qamishli -

Kelompok Negara Islam (ISIS) membunuh 26 pejuang pro-rezim di Suriah Timur pada Senin (8/2) waktu setempat. Serangan itu terjadi menyusul serentetan pembunuhan termasuk pemenggalan kepala di sebuah kamp penampungan keluarga para anggota ISIS.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/2/2021), ISIS melakukan penyergapan di provinsi Deir Ezzor, Suriah Timur yang menewaskan 26 pejuang pro-rezim Presiden Bashar al-Assad, termasuk tujuh tentara Suriah, kata kelompok pemantau HAM Suriah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Sebelas anggota ISIS juga tewas, katanya.

Pekan lalu ISIS membunuh 19 orang di Suriah tengah, dan pada Desember 2020, hampir 40 tentara Suriah tewas ketika ISIS menyergap bus berisi para tentara yang tengah dalam perjalanan pulang untuk liburan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut ISIS menjadikan gurun di provinsi Deir Ezzor sebagai 'tempat berlindung' dan tempat merencanakan serangan terhadap pasukan rezim dan musuh lainnya.

Sementara itu, seorang pejabat Kurdi mengatakan telah terjadi 14 pembunuhan, termasuk tiga pemenggalan di kamp penampungan kerabat ISIS sejak awal tahun ini.

ISIS telah menyerang sebagian besar wilayah Suriah dan Irak serta memproklamirkan 'kekhalifahan' lintas batas pada 2014. Namun ISIS akhirnya berhasil dipukul mundur.

Pertarungan pimpinan Kurdi yang mengusir ISIS dari pertahanan terakhirnya pada Maret 2019 membuat puluhan ribu orang mengungsi, banyak di antaranya kini tinggal di kamp-kamp di timur laut yang dikuasai Kurdi.

Kekacauan dan Ketakutan

Kamp pengungsian terbesar Al-Hol menampung hampir 62.000 orang, di mana lebih dari 80 persennya adalah wanita dan anak-anak.

Sebagian besar pengungsi adalah penduduk Suriah dan Irak, tapi ada pula ribuan wanita dan anak-anak dari Eropa dan Asia yang tinggal di bagian terpisah karena dituduh memiliki hubungan keluarga dengan ISIS.